jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan Nahdlatul Ulama–Harvest Maslaha (NHM).
Peluncuran itu digelar dalam agenda Soft Launching di JW Marriott Hotel, Jakarta, pada Jumat (30/1).
BACA JUGA: PBNU Bakal Gelar Peringatan Harlah ke-100, Undang Presiden Prabowo
NHM merupakan platform investasi syariah global resmi NU yang bertujuan mengonsolidasikan sumber daya keuangan global dalam kerangka syariah yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.
Platform tersebut bertujuan memperkuat arsitektur ekosistem ekonomi syariah nasional dan global, sekaligus menegaskan peran NU sebagai aktor institusional yang mampu mengelola investasi, tata kelola, dan dampak sosial secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Pleno PBNU Sepakat Memulihkan Posisi Gus Yahya Sebagai Ketua Umum
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya menegaskan bahwa inisiatif itu merupakan bagian dari ikhtiar NU untuk menjembatani nilai-nilai Islam dengan kebutuhan pembangunan nasional dan dinamika ekonomi global.
Menurut dia, ekosistem ekonomi syariah harus dibangun di atas prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan sosial yang nyata.
BACA JUGA: Kiai Imjaz: KH Said Aqil Paling Lengkap Jadi Rais Aam PBNU
“Investasi syariah bukan semata soal keuntungan finansial, tetapi tentang menjaga amanah, keberkahan, dan keberlanjutan,” ujar Gus Yahya.
NHM dibangun melalui kemitraan strategis antara PBNU dan Harvest Advisors, sebuah institusi manajemen investasi global dengan rekam jejak panjang dalam pengelolaan dana berbasis syariah.
NHM beroperasi dengan dual governance system, yang mengintegrasikan praktik terbaik manajemen investasi internasional dengan prinsip-prinsip syariah PBNU, termasuk pengawasan Dewan Pengawas Syariah bersama.
Dalam kesempatan yang sama, PBNU juga memperkenalkan Sharia Global Services (SGS) sebagai pilar pendukung yang berfungsi memastikan tata kelola, kepatuhan syariah, sertifikasi halal, serta integritas ekosistem industri dan investasi syariah lintas sektor dan lintas negara.
Managing Director Harvest Advisors sekaligus CEO NHM Andrew Tan menjelaskan kolaborasi tersebut dirancang untuk mendorong Indonesia menjadi pusat investasi syariah yang kredibel dan kompetitif secara global.
“NHM hadir sebagai jembatan antara modal global, sektor riil, dan nilai-nilai syariah yang berorientasi pada dampak sosial,” kata Andrew.
Melalui NHM dan SGS, PBNU menargetkan peningkatan arus investasi syariah ke sektor-sektor prioritas seperti industri halal, pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, dan infrastruktur publik.
Inisiatif itu diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai Global Sharia Hub. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... PBNU Mengampuni Gus Yahya, Muktamar Juli atau Agustus
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi



