GenPI.co - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyebut Korea Utara masih memproduksi bahan nuklir yang cukup untuk membuat 10-20 senjata per tahun.
Lee menilai ambisi nuklir Pyongyang berpotensi menimbulkan bahaya global.
Korea Utara melakukan uji coba nuklir pertamanya pada 2006 yang melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sejak saat itu, Korea Utara diyakini telah memiliki puluhan hulu ledak nuklir.
"Korea Utara juga mengembangkan teknologi rudal balistik jarak jauh yang mampu menjangkau daratan Amerika Serikat," ujar Lee, dilansir AFP, Jumat (30/1).
Menurut Lee, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan mengamankan persenjataan nuklir untuk mempertahankan kekuasaan, lengkap dengan kemampuan rudal balistik antarbenua (ICBM).
"Kemampuan ini tidak hanya mengancam Amerika Serikat, tetapi juga dunia," katanya.
Lee memperingatkan bahwa ketika Korea Utara memiliki kelebihan senjata, ancaman tersebut bisa menyebar ke luar negeri.
"Begitu surplus, senjata itu bisa melampaui batas negaranya. Di situlah bahaya global akan muncul," ujarnya.
Selama beberapa dekade, Pyongyang membenarkan program nuklir dan misilnya sebagai langkah pencegahan terhadap dugaan upaya penggulingan rezim oleh Amerika Serikat dan sekutu.
Lee menilai pendekatan yang pragmatis diperlukan untuk menangani isu nuklir Korea Utara.
"Penghentian produksi material nuklir, pengembangan ICBM, dan ekspor ke luar negeri akan menjadi keuntungan. Ini akan menguntungkan semua pihak," tuturnya.
Sejak dilantik pada Juni 2025, Lee mendorong dialog tanpa prasyarat dengan Korea Utara. (*)
Heboh..! Coba simak video ini:



