REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan sebanyak 4.000 aparatur sipil negara (ASN) di kementerian dan lembaga Jakarta akan dilatih menjadi Komponen Cadangan (Komcad) pada semester pertama 2026. Pelatihan dasar militer ini bertujuan menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.
Komponen Cadangan merupakan sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk diperbantukan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menghadapi ancaman militer. Mereka adalah warga negara, sumber daya alam, dan buatan yang telah dilatih kemiliteran secara dasar, berstatus sebagai sipil dalam keadaan damai dan dapat dimobilisasi saat negara memerlukan.
Baca Juga
Pemerintah Manfaatkan Skema Pengalihan Utang untuk Selamatkan Terumbu Karang
Perkuat Sistem Presidensial, PDIP Libatkan Tim Ahli Kaji Besaran Ambang Batas Parlemen
Jelajah Bandung-Garut-Jakarta dengan Changan Deepal S07, Semua dalam Genggaman
Menurut Sjafrie, pelatihan ini dimaksudkan untuk memperkuat jiwa nasionalisme, yang menjadi fondasi semangat pengabdian kepada negara dan pelayanan masyarakat. Nasionalisme tidak hanya menjadi penggerak solidaritas dan persatuan, tetapi juga meningkatkan etos kerja dan tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugas pembangunan nasional.
Pelatihan akan diberikan pada ASN berusia 18-35 tahun dan dilaksanakan secara bertahap per triwulan. “Nanti pada saat semester pertama kita sudah mempunyai komponen cadangan cukup besar. Itulah proyeksi bagaimana negara harus mempertahankan dirinya,” ujar Sjafrie.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menegaskan Komcad tidak akan menggantikan peran TNI sebagai ujung tombak keamanan negara. Para ASN yang telah menyelesaikan pelatihan akan kembali ke instansi masing-masing untuk melanjutkan tugas sipilnya.