Iran Siap Kembali ke Meja Perundingan, Tapi Tolak Tekanan AS: Turkiye Tawarkan Diri Jadi Fasilitator

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran bersedia kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat, namun menegaskan tidak akan melakukannya di bawah tekanan atau ancaman.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, di Istanbul, pada Jumat, 30 Januari 2026.

"AS tidak pernah menunjukkan iktikad baik dan tidak pernah bisa dipercaya. Namun, Iran tetap siap untuk semua proses diplomatik dan bersedia duduk di meja perundingan," ujar Araghchi.

Iran Tegaskan Tidak Akan Negosiasikan Kemampuan Pertahanan

Araghchi menyebut Iran siap menghadapi semua skenario, baik jalur diplomasi maupun konflik militer.

Ia menegaskan bahwa kesiapan Iran kini lebih tinggi dibandingkan pada Juni tahun sebelumnya saat Israel dan AS melancarkan serangan udara terhadap negaranya.

Dalam pernyataannya, Araghchi juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir.

Namun, ia menyatakan bahwa Teheran akan tetap mempertahankan dan memperluas kemampuan pertahanannya.

"Akan mempertahankan dan memperluas kemampuan pertahanan kami dan tidak akan menegosiasikannya," tegas Araghchi.

Turkiye Serukan Diplomasi, Tolak Opsi Militer

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, menyerukan agar Iran dan AS segera kembali ke jalur diplomatik untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

"kami kembali menekankan bahwa kami menentang penggunaan opsi militer untuk menyelesaikan masalah," ujar Fidan.

Ia menyatakan bahwa Turkiye siap menjadi fasilitator antara kedua negara dalam upaya membangun dialog damai.

Ketegangan Meningkat, AS Kirim Armada Militer

Kunjungan Araghchi ke Turkiye berlangsung di tengah meningkatnya tekanan militer dari Amerika Serikat terhadap Iran.

Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan bahwa sebuah armada besar yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln sedang menuju ke kawasan sekitar Iran.

Trump memperingatkan bahwa "waktu hampir habis" bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cuek Disindir Ahmad Dhani Lagi, Maia Estianty Pamer Foto Jadul saat Jadi Mahasiswi UI, Paras Cantiknya Bikin Salfok!
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Gibran Capres 2029? Begini Respons Jokowi di Solo
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Pura-pura Beli Ayam Goreng, Pria di Tangsel Ini Malah Curi HP Penjual
• 1 jam laludetik.com
thumb
Capitalism Isn’t Dying, It Is Being Rewritten and Middle Powers Like Indonesia Must Shape It
• 20 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Diperiksa Dokter di Apartemen, Lula Lahfah Sudah Tak Sadar
• 4 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.