Israel mengumumkan akan membuka kembali perlintasan perbatasan Rafah, yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir, mulai Minggu (1/2) besok. Pembukaan kembali ini dilakukan setelah perlintasan perbatasan Rafah ditutup selama dua tahun terakhir, saat perang berkecamuk.
Perlintasan perbatasan Rafah akan dibuka untuk kedua arah, yang memungkinkan pergerakan orang secara terbatas.
Militer Israel dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (31/1/2026), menyebut langkah ini sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata Gaza yang berlaku sejak Oktober tahun lalu.
"Sesuai dengan perjanjian gencatan senjata dan arahan dari jajaran politik, Perlintasan Rafah akan dibuka pada Minggu (1/2) mendatang di kedua arah, hanya untuk pergerakan orang secara terbatas," demikian pernyataan militer Israel pada Jumat (30/1).
Ditambahkan militer Israel bahwa akses keluar-masuk Jalur Gaza melalui perlintasan perbatasan tersebut akan dikoordinasikan dengan Mesir, dan tunduk pada persetujuan keamanan sebelumnya oleh Israel, di bawah pengawasan misi Uni Eropa.
Militer Israel juga mengatakan bahwa pembukaan kembali perlintasan perbatasan Rafah ini akan memungkinkan kembalinya warga Gaza yang meninggalkan daerah kantong Palestina itu selama perang, setelah berkoordinasi dengan Mesir dan setelah mendapatkan persetujuan keamanan Israel.
Namun demikian, kepala Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, Ali Shaath, mengumumkan jadwal berbeda. Dia mengatakan bahwa perlintasan perbatasan Rafah akan resmi dibuka kembali pada Senin (2/2) mendatang, dengan hari Minggu (1/2) ditetapkan sebagai hari uji coba.
(nvc/idh)


