JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai, Nahdlatul Ulama (NU) harus kuat agar Indonesia juga menjadi kuat.
"Negara perlu NU kuat. Kenapa negara perlu NU kuat? Kalau NU kuat, Indonesia akan kuat," kata Muzani, saat menghadiri acara Harlah ke-100 NU, yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/2/2026).
Menurut Muzani, NU akan kuat jika para Nahdliyin sehat, kenyang perutnya, mendapat pekerjaan, serta tebal dompetnya.
Baca juga: Prabowo Curhati Muzani soal Kepedihan dan Beban Berat Korban Banjir Sumatera
"NU kuat itu apabila jemaah NU itu kuat makan. NU kuat itu apabila jemaah NU itu sehat. NU kuat itu apabila jemaah NU itu kenyang. NU kuat itu apabila jemaah NU itu ada pekerjaan. NU kuat itu apabila jemaah NU itu dompetnya tebal," ucap Muzani, diikuti tepuk tangan para peserta acara.
Muzani mengatakan, Indonesia juga akan kuat jika rakyatnya sehat, cerdas, dan memiliki pekerjaan.
"Indonesia akan kuat apabila rakyatnya sehat, Indonesia akan kuat apabila rakyatnya bekerja, Indonesia kuat apabila ada sehat, pikirannya sehat, otaknya cerdas, kerjanya ada," tutur dia.
Dalam kesempatan ini, Muzani juga menyorot perjuangan para ulama NU untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Menurut dia, sejak NU berdiri 100 tahun lalu, sudah memiliki kesadaran untuk membebaskan agar Indonesia terbebas dari penjajah.
Baca juga: Ketua MPR: Bangsa Ini Berutang kepada NU
"Karena itu, heroisme untuk menentang penjajah, menegakkan keadilan, mengusir penjajah, mulai menggeliat sejak NU berdiri. Kontribusi NU terhadap Republik Indonesia sejak berdiri sampai sekarang begitu besar," ujar dia.
Pada saat Indonesia memerlukan dorongan kekuatan bersenjata, lanjut Muzani, NU maju ke depan mempertahankan Republik Indonesia.
Ia menegaskan, NU hingga kini juga terus berkontribusi untuk bangsa Indonesia.
"Pada saat Inggris datang bersama Belanda di Surabaya ingin kembali menguasai Indonesia, yakni bulan November tahun '45, generasi muda NU, para santri, dan seluruh rakyat Surabaya bersatu mengusir penjajah," ucap dia.
"Maka tanpa diminta, fatwa jihad keluar dari Hadratussyaikh, membela Tanah Air bagian dari kewajiban seluruh santri NU. Maka seluruh santri NU bersatu di desa, di kota, laki-laki, perempuan, mengasah senjata, mengangkat bambu runcing untuk mengusir penjajah," imbuh Muzani lagi.
Baca juga: Gus Yahya Ungkap Alasan KH Miftachul Akhyar Tak Hadiri Harlah NU 2026
Setelah Indonesia Merdeka, Muzani mengatakan tugas NU juga tidak berhenti.
Muzani mengatakan, tugas NU di masa kini adalah menjaga Republik Indonesia, menjaga keutuhan, dan menjaga kebersamaan.
"Bangsa yang besar seperti Indonesia dengan berbagai macam suku yang beragam, adat yang beragam, budaya yang beragam, pulau yang banyak, agama yang berbeda, tidak ada kata lain kecuali kita harus bersatu. Dan NU selalu berdiri di depan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




