Pantau - Pemerintah Kota Sorong menganggarkan dana sebesar Rp17 miliar untuk mendukung penuh pelaksanaan program sekolah gratis sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas dan Papua Emas 2045.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menegaskan bahwa kebijakan sekolah gratis bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak Orang Asli Papua (OAP).
"Indonesia Emas 2045 itu bukan slogan. Kita harus beraksi, dan Papua juga harus emas. Tidak ada jalan lain untuk maju selain melalui pendidikan. Oleh karena itu, sekolah harus gratis, tidak boleh ada lagi pungutan," ungkapnya.
Program ini dinilai sebagai bentuk investasi jangka panjang yang akan membentuk generasi Papua yang terdidik, memiliki daya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kolaborasi Pemerintah Kota dan ProvinsiUntuk memastikan keberlanjutan program, Pemkot Sorong menggandeng Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang turut mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar dalam mendukung pelaksanaan sekolah gratis di wilayah tersebut.
"Ini kerja bersama. Saya dan Gubernur berkolaborasi mendorong sekolah gratis. Provinsi bantu sekitar Rp6 miliar, dan kami siapkan anggaran. Anggarannya bisa bertambah menyesuaikan jumlah penduduk yang terus meningkat," ia mengungkapkan.
Wali Kota juga menegaskan tidak akan mentoleransi adanya pungutan dari sekolah-sekolah yang sudah termasuk dalam program ini.
"Tahun ini sudah kami anggarkan. Kalau ada sekolah yang masih pungut biaya, langsung kami evaluasi," tegasnya.
Harapan untuk Seluruh Wilayah Papua Barat DayaWali Kota Sorong berharap bahwa program ini dapat diperluas dan diadopsi oleh lima kabupaten lain di Papua Barat Daya agar tidak ada lagi pungutan di sekolah.
"Lima kabupaten lain harus ikut. Tidak boleh ada pungutan. Kita siapkan SDM Papua Barat Daya menuju Indonesia Emas dan Papua Emas 2045," ungkapnya.
Selain sektor pendidikan, Pemerintah Kota Sorong juga menempatkan bidang kesehatan sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Visi pembangunan daerah tersebut dirangkum dalam konsep "bersih, maju, hijau, aman, dan sejahtera".
"Kesehatan adalah bagian dari visi-misi. Kita ingin masyarakat sehat, maka kita harus siapkan infrastruktur dan layanan kesehatan yang memadai ke depan," tambahnya.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F29%2F335c29cc89893fdb7ebf231eccbfa996-IMG_8147.jpeg)


