GenPI.co - AstraZeneca mengumumkan kerja sama strategis dengan CSPC Pharmaceutical Group asal China untuk mempercepat pengembangan obat obesitas dan diabetes.
Kesepakatan bernilai USD 18,5 miliar ini mencerminkan strategi perusahaan dalam menggarap pasar obat penurun berat badan.
AstraZeneca memperkirakan hampir tiga miliar orang di seluruh dunia mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
Obesitas merupakan penyakit kronis yang bersifat kambuh dan multifaktorial.
Penyakit ini berkontribusi terhadap lebih dari 200 komplikasi kesehatan.
Melalui kesepakatan ini, AstraZeneca akan memperoleh hak global eksklusif, di luar wilayah China, atas portofolio teknologi CSPC untuk manajemen berat badan dengan dosis sebulan sekali.
Teknologi ini diharapkan bisa menjadi alternatif yang lebih praktis dibandingkan suntikan harian.
Kedua perusahaan juga memanfaatkan platform CSPC untuk teknologi kerja jangka panjang dan penemuan obat peptida berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kepala Riset dan Pengembangan Biofarmasi AstraZeneca Sharon Barr mengatakan teknologi ini berpotensi mengubah pengobatan obesitas dengan mengatasi tantangan terapi jangka panjang.
"Langkah ini penting untuk menciptakan pilihan terapi yang sederhana, mudah diterapkan, dan berkelanjutan, sehingga membantu penderita obesitas menjalani hidup yang lebih sehat," ujarnya, dilansir PA Media, Jumat (30/1).
Ketua CSPC Dongchen Cai menyebut kerja sama ini sebagai kolaborasi yang saling menguntungkan.
Dia mengatakan kesepakatan ini akan memungkinkan kedua perusahaan menciptakan generasi baru pengobatan berbasis ilmu pengetahuan terkini.
Kerja sama ini menambah daftar kolaborasi antara AstraZeneca dengan CSPC, termasuk di bidang AI. (*)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489401/original/039641500_1769852535-fb5de7df-8315-4edd-802d-b140ccbf7915.jpeg)
