Merahputih.com - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait namanya yang dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi kuota haji. Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan bahwa di setiap kasus namanya pasti dikaitkan.
“Di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya. Karena apa pun program kerja-kerja menteri pasti dari kebijakan presiden pasti dari arahan presiden dan juga dari perintah-perintah presiden,” kata Jokowi di Solo, Sabtu (31/1).
Dia menegaskan tidak ada perintah dari dirinya untuk menteri melakukan korupsi.
“Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan (menteri) untuk korupsi, nggak ada. Ya, memang itu (kuota haji) kebijakan dari presiden. Memang itu arahan dari presiden,” jelasnya.
Baca juga:
Mantan Ajudan Jokowi Pimpin Humas Mabes Polri
Diketahui, mantan Menpora, Dito Ariotedjo, rampung menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi dugaan korupsi kuota haji pada Jumat (23/1). Dalam pemeriksaan itu, Dito mengaku dicecar soal kunjungan kerja Presiden ke-7 RI, Jokowi, ke Arab Saudi.
Kunker Jokowi ke Arab Saudi ini diketahui terjadi pada 2023 silam. Penambahan kuota haji yang saat ini menjadi persoalan didapat dari Pemerintah Arab Saudi setelah kunker tersebut.
"Secara garis besar, memang yang dipertanyakan, ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail," ujar Dito. (Ismail/Jawa Tengah)




