Jakarta, VIVA – Perubahan mendadak terjadi di pucuk pimpinan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Di tengah tekanan pasar modal dan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir, dua petinggi lembaga tersebut kompak mundur.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua Mirza Adityaswara resmi mengundurkan diri pada Jumat 30 Januari 2026. Tak butuh waktu lama, OJK langsung menunjuk pejabat pengganti demi menjaga stabilitas organisasi dan kepercayaan publik.
Nama yang ditetapkan adalah Friderica Widyasari Dewi. Friderica dipercaya menjadi anggota Dewan Komisioner pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.
“Penunjukan anggota dewan komisioner pengganti ini dilakukan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK dan merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan OJK untuk menjaga stabilitas organisasi dalam menjalankan fungsi dan tugasnya,” ujar Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi dalam siaran pers, Sabtu 31 Januari 2026.
- VIVA/Anisa Aulia
Ia juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.
“OJK juga memastikan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan maupun layanan kepada masyarakat tetap dilakukan secara optimal untuk terus menjaga stabilitas sektor keuangan dan memperkuat pelindungan konsumen,” katanya.
Profil dan Sepak Terjang Friderica Widyasari DewiFriderica Widyasari Dewi lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Ia dikenal dengan sapaan Kiki. Sejak 2022, ia sudah menjadi anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022 sampai 2027, merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.
Menariknya, sebelum terjun penuh ke sektor keuangan, Friderica sempat mencicipi dunia hiburan sebagai aktris sinetron dan model pada era 1990 an. Namun, jalur kariernya kemudian berubah total ke bidang profesional dan akademik.
Fondasi pendidikannya terbilang kuat. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 2001. Setelah itu melanjutkan studi ke California State University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Business Administration pada 2004.




