Dihujat Usai Dianggap Bela Denada, Irfan Hakim Jelaskan Kronologi Sebenarnya

tabloidbintang.com
17 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Irfan Hakim akhirnya angkat bicara setelah namanya ramai diserbu kritik warganet. Ia dituding membela Denada dalam isu hubungan ibu dan anak yang belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Melalui sebuah video klarifikasi, Irfan Hakim menyampaikan kegelisahannya melihat arah komentar publik yang menurutnya keliru sasaran. Presenter berusia 49 tahun itu mengaku tak menyangka pernyataannya justru memicu kesalahpahaman luas.

"Sejujurnya gue juga bingung, kok mengarahnya jadi ke sini ya? Gue ceritain, gue tahu lo semuanya kecewa. Kesannya gue menormalisasikan tentang hubungan ibu-anak, anak-ibu yang tidak jelas," kata Irfan Hakim dalam akun Instagram pribadinya dilihat pada Sabtu (31/1).

Irfan menjelaskan, polemik ini bermula dari potongan wawancaranya bersama Hotman Paris yang kembali muncul di linimasa media sosial (FYP). Ia menegaskan bahwa sesi wawancara tersebut dilakukan pada 20 Januari 2026, jauh sebelum Ressa Rizky menyampaikan pengakuannya di podcast Denny Sumargo.

Menurut Irfan, pada waktu itu warganet masih mempertanyakan banyak hal terkait isu tersebut.

"Di tanggal 20 Januari, komentar orang-orang saat itu masih bertanya mengenai kenapa baru sekarang di umur 24 tahun? Kenapa bertanya dan minta tanggung jawab kepada ibu? Bapaknya mana? Bukankah anak itu tanggung jawab bapak? Kemudian ada bertanya lagi, 'Apakah ini benar anaknya Denada?' Dan lain sebagainya," bebernya.

Ia juga mengungkap alasan dirinya menanyakan persoalan tersebut kepada Hotman Paris, karena pertanyaan serupa ramai muncul dari publik.

"Terus saya juga bertanya, 'Kenapa Bang Hotman?' Orang-orang juga bertanya, kenapa ke ibunya, tidak ke bapaknya? Bang Hotman pun menjelaskan, jika lahir dari sebuah pernikahan resmi, maka bapak yang tanggung jawab. Jika misal diduga lahir dari luar nikah, berarti ibu yang tanggung jawab," sambung Irfa Hakim.

Irfan menilai, potongan video tersebut kemudian diberi framing seolah-olah dirinya berkomentar setelah pengakuan Ressa Rizky muncul ke publik. Hal inilah yang membuatnya dianggap memihak salah satu pihak.

"Kesannya gue berkomentar mengenai pengakuan rasa, terus gue menyaksikan dan juga gue berada di salah satu pihak. Dengar ya, jika ibu tidak mengurus anaknya, salah. Begitu pun, jika ada komunikasi yang kurang baik antara ibu dan anak, anak dan ibu, itu juga salah," tegas Irfan Hakim.

Ayah lima anak ini menekankan bahwa dirinya justru bersyukur bisa mendengar cerita dari kedua belah pihak. Ia menyebut, baik Denada maupun Ressa Rizky memiliki hak masing-masing untuk menyampaikan versi mereka ke publik.

"Mungkin gue diberikan kesempatan mendengarkan dari dua belah pihak. Gue melihat pengakuan dari podcast itu, gue pun menerima cerita dari pihak Denadanya yang belum bisa disebarluaskan dan saya tidak berpihak kepada salah satu pun," ungkapnya.

Namun, Irfan mengaku tak bisa membeberkan cerita yang ia dengar secara pribadi karena bukan konsumsi publik.

"Karena menurut saya, apa yang disampaikan oleh denada, apa yang disampaikan oleh Ressa, itu hak mereka untuk bersuara. Apakah yang disampaikan itu benar? Tidak pernah ada yang tahu. Sayangnya, statement Denada atau cerita Denada kepada saya dan teman-teman circle kecilnya, ya kami, tidak bisa mengatakannya, tidak bisa mengukapkannya," tegas Irfan Hakim.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Begini Proses Operasi OMC untuk Hadapi Cuaca Ekstrem di Jakarta
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di Bekasi, 4 Orang Diamankan
• 1 jam laludetik.com
thumb
Layanan Nataru Pelindo Multi Terminal di Terminal Penumpang Bandarmasih Banjarmasin Berjalan Lancar
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Atta Halilintar Bangga Ikut Match For Hope di Qatar, Donasi Terkumpul Rp 200 Miliar
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Baru Juga Antar Sassuolo Menang, Jay Idzes Dapat Kabar Buruk dari Update Bursa Transfer Liga Italia
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.