Inilah Makna Manisan Segi Delapan yang Jadi Sajian Khas Imlek 2026

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID-Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, termasuk Imlek 2026, masyarakat Tionghoa mulai mempersiapkan berbagai sajian khas yang sarat makna. Selain kue keranjang, manisan menjadi hidangan yang hampir selalu hadir di setiap rumah.

Sajian manisan ini tidak sekadar camilan, melainkan simbol harapan dan doa untuk tahun yang baru. Uniknya, manisan Imlek kerap disajikan dalam wadah segi delapan yang khas dan mudah dikenali.

Tradisi ini masih dijaga hingga kini dan menjadi bagian penting dalam perayaan Imlek 2026. Lalu, apa sebenarnya makna manisan Imlek dan filosofi di balik wadah segi delapan tersebut?

Tradisi Manisan dalam Perayaan Imlek

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, manisan merupakan simbol kehidupan yang manis dan penuh keberuntungan. Menjelang Imlek 2026, manisan biasanya disiapkan untuk suguhan tamu maupun sebagai pelengkap sembahyang. Manisan Imlek umumnya diletakkan di meja tamu agar dapat dinikmati bersama keluarga dan kerabat yang berkunjung.

Hampir setiap rumah yang merayakan Imlek 2026 akan menyajikan manisan dalam wadah khusus berbentuk segi delapan. Wadah ini tidak diisi satu jenis manisan saja, melainkan berbagai macam manisan yang disajikan bersamaan. Tradisi tersebut memiliki filosofi mendalam yang diwariskan secara turun-temurun.

Makna Wadah Segi Delapan dalam Imlek

Manisan Imlek disajikan dalam wadah segi delapan karena angka delapan memiliki makna istimewa dalam budaya Tionghoa. Dikutip dari Tribun Jakarta, Sabtu (31/1/2026), angka delapan dipercaya melambangkan kesatuan, kesempurnaan, dan keberuntungan karena bentuk tulisannya yang saling menyambung tanpa putus.

Oleh sebab itu, wadah segi delapan dipilih sebagai simbol harapan akan kehidupan yang utuh dan sejahtera di Imlek 2026. Wadah ini dikenal dengan sebutan tray of togetherness atau prosperity box.

Biasanya terbuat dari bahan lacquer, porselen, atau plastik, wadah ini berisi buah-buahan awetan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Kehadirannya melambangkan kebersamaan keluarga dan doa akan kemakmuran di tahun baru.

Makna Simbolis Setiap Manisan Imlek

Setiap jenis manisan yang disajikan dalam prosperity box memiliki arti simbolis tersendiri. Berikut makna manisan yang kerap hadir saat Imlek 2026:

 

Makna-makna ini menjadikan manisan bukan sekadar hidangan, melainkan doa simbolik yang menyertai perayaan Imlek 2026. Dilansir dari buku Hari-hari Raya Tionghoa karya Marcus A.S., manisan yang disajikan saat Imlek bukan hanya pelengkap meja persembahan.

Manisan merupakan simbol doa dan harapan agar kehidupan di tahun baru berjalan manis dan penuh berkah. Dalam budaya Tionghoa, manisan melambangkan “madu kehidupan”, yakni hidup yang dipenuhi kebahagiaan, kedamaian, dan keberuntungan.

Jenis manisan lain yang juga sering hadir saat Imlek 2026 antara lain nanas, beligo (tong-kwa), kurma China (angco), dan buah atep atau kolang-kaling manis. Setiap jenis memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan nilai kehidupan.

Makna Manisan Persembahan dalam Sembahyang

Beligo melambangkan ketulusan hati dan keikhlasan dalam menjalani hidup. Dikutip Kompas.com, kurma China dianggap sebagai simbol berkah karena dipercaya sebagai makanan para dewa. Buah atep melambangkan keteguhan hati dan ketetapan dalam mewujudkan harapan.

Kadang, buah atep diganti dengan manisan belimbing yang melambangkan ketajaman pikiran dan kebijaksanaan. Kehadiran manisan-manisan ini menjadi doa agar keluarga yang merayakan Imlek 2026 senantiasa diberi kejernihan berpikir dan kebahagiaan hidup.

Etika dan Suasana Saat Perayaan Imlek

Selain menyajikan manisan, etika dalam menjalani perayaan Imlek juga sangat diperhatikan. Saat sembahyang, masyarakat Tionghoa dianjurkan menahan amarah dan emosi negatif. Kemarahan pada hari baik dipercaya dapat membawa kesialan bagi keluarga.

Oleh karena itu, perayaan Imlek 2026 diharapkan dijalani dengan hati yang damai, penuh rasa syukur, dan kebersamaan. Manisan yang tersaji di meja bukan hanya pemanis lidah, tetapi juga pengingat akan harapan hidup yang lebih baik di tahun yang baru. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelajar Jadi Pemimpin Berkarakter di Tengah Dinamika Global
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
BNI Rehabilitasi Mangrove di Pesisir Banyuwangi untuk Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jaga Integritas, Bea Cukai Pecat 10 Pegawai dan Sanksi 66 ASN pada 2025
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KAI Wisata–Bank Jatim Kolaborasi, Nasabah Prioritas Bisa Akses Luxury Lounge
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Konflik Hak Asuh Menguat, Inara Rusli Datangi Komnas Anak
• 2 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.