DI antara seluruh kisah para nabi yang diabadikan dalam Al-Qur'an, kisah Nabi Yusuf AS memiliki keistimewaan tersendiri hingga Allah SWT menyebutnya sebagai ahsanul qashash atau kisah terbaik. Berbeda dengan kisah nabi lain yang tersebar di berbagai surat, kisah Nabi Yusuf diceritakan secara utuh dan kronologis dalam satu surat penuh, yaitu Surat Yusuf.
Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan hidup Nabi Yusuf AS, mulai dari mimpi masa kecilnya, pengkhianatan saudara-saudaranya, ujian ketampanan dan fitnah wanita, hingga keberhasilannya menyelamatkan Mesir dari krisis pangan dan wafatnya yang mulia.
1. Kelahiran dan Mimpi KenabianNabi Yusuf AS adalah putra ke-11 dari Nabi Ya'qub AS. Ibunya bernama Rahil (Rachel), wanita yang sangat dicintai oleh Nabi Ya'qub. Yusuf memiliki satu orang adik kandung bernama Bunyamin. Beliau lahir di Fadan A'ram (wilayah Irak/Mesopotamia) sebelum keluarganya hijrah kembali ke tanah Kan'an (Palestina).
Baca juga : Nabi Ya'qub AS: Gelar Israil, Mukjizat, hingga Wafatnya
Tanda kenabian Yusuf sudah terlihat sejak kecil melalui sebuah mimpi yang masyhur. Beliau berkata kepada ayahnya:
"Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." (QS. Yusuf: 4)Nabi Ya'qub, yang memahami takwil mimpi, segera menyadari bahwa putranya akan menjadi orang besar dan nabi pilihan Allah. Namun, beliau memperingatkan Yusuf untuk merahasiakan mimpi tersebut agar tidak memicu kedengkian saudara-saudaranya yang lain.
2. Tragedi Sumur dan Perjalanan ke MesirKecintaan Nabi Ya'qub yang berlebih kepada Yusuf memicu api cemburu (hasad) pada 10 saudaranya yang lain (dari ibu berbeda). Mereka menyusun rencana jahat untuk menyingkirkan Yusuf. Dengan dalih mengajak bermain, mereka membawa Yusuf ke padang pasir lalu membuangnya ke dalam sumur tua.
Baca juga : Nabi Ishaq AS: Kelahiran Ajaib, Dakwah Palestina, hingga Wafat
Allah SWT menyelamatkan Yusuf melalui kafilah dagang yang sedang menuju Mesir. Yusuf ditemukan lalu dibawa dan dijual sebagai budak di pasar Mesir dengan harga yang murah. Takdir Allah bekerja indah. Pembeli Yusuf adalah seorang petinggi kerajaan (Al-Aziz) bernama Qithfir (atau Potifar), yang kemudian mengangkatnya sebagai anak angkat.
3. Ujian Ketampanan dan Fitnah ZulaikhaNabi Yusuf AS tumbuh menjadi pemuda yang sangat cerdas dan memiliki ketampanan fisik yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda dalam peristiwa Isra Mi'raj bahwa Yusuf diberi setengah dari ketampanan dunia.
Ketampanan ini menjadi ujian berat ketika istri Al-Aziz, yang dikenal dengan nama Zulaikha, tergoda dan mencoba merayunya. Saat Zulaikha menutup pintu-pintu istana dan mengajak berbuat hina, Nabi Yusuf dengan tegas menolak seraya berkata, "Ma'adzallah" (Aku berlindung kepada Allah). Peristiwa ini berakhir dengan fitnah yang menyebabkan Nabi Yusuf dijebloskan ke dalam penjara, meskipun bukti (baju yang robek di belakang) menunjukkan beliau tidak bersalah.
4. Mukjizat Nabi Yusuf ASSelain ketampanan fisik, Allah SWT memberikan mukjizat utama berupa kemampuan Takwil Mimpi (Tafsir Mimpi). Kemampuan ini menjadi kunci dakwah dan pembebasan beliau:
- Di Penjara: Menafsirkan mimpi dua rekan tahanannya (satu akan dihukum mati, satu akan selamat dan kembali melayani raja).
- Mimpi Raja Mesir: Menafsirkan mimpi Raja tentang 7 sapi kurus memakan 7 sapi gemuk, dan 7 bulir gandum hijau serta 7 bulir kering. Yusuf menjelaskan bahwa Mesir akan menghadapi 7 tahun masa subur diikuti 7 tahun masa paceklik (kekeringan) yang panjang.
Berkat tafsir mimpi yang akurat dan solusi yang ditawarkan, Raja Mesir membebaskan Yusuf dan mengangkatnya menjadi pejabat tinggi dengan gelar Al-Aziz (Bendahara Negara/Menteri Logistik). Nabi Yusuf menerapkan strategi ekonomi visioner:
- Manajemen Lumbung: Menyimpan hasil panen dengan tetap membiarkannya di tangkainya agar awet selama bertahun-tahun.
- Distribusi Pangan: Mengatur jatah makanan rakyat secara adil saat masa paceklik tiba, sehingga Mesir menjadi satu-satunya negara yang memiliki cadangan pangan di kawasan tersebut.
Masa paceklik memaksa saudara-saudara Yusuf datang dari Palestina ke Mesir untuk meminta bantuan pangan. Setelah melalui serangkaian skenario untuk menguji hati mereka (termasuk menahan Bunyamin), Nabi Yusuf akhirnya mengungkapkan identitas aslinya. Beliau memaafkan kesalahan saudara-saudaranya dengan hati yang lapang.
Puncaknya, Nabi Yusuf memboyong ayah (Nabi Ya'qub) dan seluruh keluarganya ke Mesir. Saat mereka bertemu, orangtua dan saudara-saudaranya memberikan penghormatan kepada Yusuf, yang menjadi realisasi dari mimpi masa kecilnya tentang 11 bintang, matahari, dan bulan yang bersujud.
7. Wafat dan Lokasi Makam Nabi YusufSetelah Nabi Ya'qub wafat, Nabi Yusuf terus memimpin dan berdakwah di Mesir hingga akhir hayatnya. Beliau wafat pada usia yang diperkirakan sekitar 110 atau 120 tahun.
Awalnya, jenazah Nabi Yusuf dimakamkan di Mesir di dalam peti batu dan diletakkan di dasar Sungai Nil (menurut beberapa riwayat agar keberkahannya mengalir ke seluruh Mesir). Namun, sebelum wafat, beliau berwasiat agar jasadnya dipindahkan ke tanah leluhurnya di Palestina.
Ratusan tahun kemudian, pada masa Nabi Musa AS, janji itu dipenuhi. Nabi Musa membawa peti jenazah Nabi Yusuf saat Bani Israil keluar dari Mesir dan memakamkannya di dekat makam leluhurnya di Hebron (Al-Khalil), Palestina. Saat ini, situs yang diyakini sebagai makam beliau berada di Masjid Ibrahimi atau dekat Nablus (Makam Yusuf).
Kisah Nabi Yusuf mengajarkan kita bahwa penderitaan sering kali merupakan bungkus dari rahmat Allah. Beliau mengajarkan integritas saat sendirian (menolak zina), kecerdasan saat memimpin (manajemen krisis), dan kebesaran hati saat berkuasa (memaafkan saudara yang menzaliminya).
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.




