Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjuk Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner (ADK) Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
Penetapan tersebut diumumkan oleh Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Wanita kelahiran Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975 tersebut memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang ekonomi. Ia lulus menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 2001.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di California State University, Amerika Serikat, dan mendapatkan gelar Master of Business Administration pada 2004.
Setelah menamatkan pendidikan S2, ia mulai meniti karir di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005 hingga menjadi Direktur Pengembangan BEI periode 2009-2015.
Friderica kemudian bergabung dengan self-regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sebagai Direktur Keuangan pada 2015-2016. Ia kemudian terpilih sebagai Direktur Utama KSEI periode 2016-2019.
Ia lalu melanjutkan kariernya di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor jasa keuangan, yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas, dan menduduki posisi Direktur Utama pada 2020-2022.
Usai lolos fit and proper test yang diselenggarakan oleh Komisi XI DPR RI, Friderica terpilih menjadi ADK OJK periode 2022-2027.
Sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, ia juga mengemban tugas menjadi Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sejak 2023.
Sejak tahun yang sama, ia juga merupakan Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat.
Selain aktif berkontribusi terhadap pengembangan sektor jasa keuangan domestik, ia juga bergabung menjadi anggota sejumlah organisasi keuangan internasional.
Friderica menjadi anggota Advisory Board of OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) serta Governing Council of International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet) sejak 2022 hingga sekarang.
Ia juga berpartisipasi dalam penulisan buku “Pengawasan Market Conduct: A Game Changer” serta “Cara Bijak Mengelola Portofolio Investasi” berbekal sertifikasinya sebagai Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang dikeluarkan oleh OJK pada 2019.
Atas sederet portofolio dan karyanya tersebut, Friderica meraih sejumlah penghargaan pada 2025, yakni Indonesia Outstanding Women Leader in Financial Services dari CNN Indonesia, BIG 40 Awards untuk kategori Consumer Protection Governance Strategist dari Bisnis Indonesia, serta The Most Outstanding Woman 2025 dari Infobank.
Baca juga: OJK tetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Plt Ketua DK
Baca juga: OJK: Pengunduran diri Mirza Adityaswara tak pengaruhi tugas regulator
Baca juga: Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara turut mundur dari jabatan
Baca juga: Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi mengundurkan diri
Penetapan tersebut diumumkan oleh Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Wanita kelahiran Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975 tersebut memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang ekonomi. Ia lulus menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 2001.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di California State University, Amerika Serikat, dan mendapatkan gelar Master of Business Administration pada 2004.
Setelah menamatkan pendidikan S2, ia mulai meniti karir di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005 hingga menjadi Direktur Pengembangan BEI periode 2009-2015.
Friderica kemudian bergabung dengan self-regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sebagai Direktur Keuangan pada 2015-2016. Ia kemudian terpilih sebagai Direktur Utama KSEI periode 2016-2019.
Ia lalu melanjutkan kariernya di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor jasa keuangan, yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas, dan menduduki posisi Direktur Utama pada 2020-2022.
Usai lolos fit and proper test yang diselenggarakan oleh Komisi XI DPR RI, Friderica terpilih menjadi ADK OJK periode 2022-2027.
Sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, ia juga mengemban tugas menjadi Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sejak 2023.
Sejak tahun yang sama, ia juga merupakan Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat.
Selain aktif berkontribusi terhadap pengembangan sektor jasa keuangan domestik, ia juga bergabung menjadi anggota sejumlah organisasi keuangan internasional.
Friderica menjadi anggota Advisory Board of OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) serta Governing Council of International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet) sejak 2022 hingga sekarang.
Ia juga berpartisipasi dalam penulisan buku “Pengawasan Market Conduct: A Game Changer” serta “Cara Bijak Mengelola Portofolio Investasi” berbekal sertifikasinya sebagai Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang dikeluarkan oleh OJK pada 2019.
Atas sederet portofolio dan karyanya tersebut, Friderica meraih sejumlah penghargaan pada 2025, yakni Indonesia Outstanding Women Leader in Financial Services dari CNN Indonesia, BIG 40 Awards untuk kategori Consumer Protection Governance Strategist dari Bisnis Indonesia, serta The Most Outstanding Woman 2025 dari Infobank.
Baca juga: OJK tetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Plt Ketua DK
Baca juga: OJK: Pengunduran diri Mirza Adityaswara tak pengaruhi tugas regulator
Baca juga: Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara turut mundur dari jabatan
Baca juga: Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi mengundurkan diri




