VIVA –Manchester United tak sembarangan saat memutuskan merekrut Bruno Fernandes pada 2019. Sebelum mengajukan tawaran resmi ke Sporting CP, manajemen Setan Merah lebih dulu meminta referensi dari sosok yang sangat mereka percaya: Cristiano Ronaldo.
Kala itu, Ronaldo merupakan rekan setim Fernandes di Timnas Portugal. Tanpa ragu, CR7 memberi lampu hijau, meyakinkan United bahwa mereka bukan hanya akan mendapatkan pemain berkualitas, tetapi juga figur dengan karakter kuat dan mental pemenang.
Proses transfer tersebut memang tak langsung terwujud. Butuh beberapa bulan hingga Fernandes benar-benar mengikuti jejak Ronaldo hijrah dari Sporting ke Manchester, tepatnya pada Januari 2020. Namun, keputusan itu terbukti sangat tepat.
Nilai transfer Fernandes bisa mencapai £67 juta jika seluruh klausul tambahan terpenuhi. Namun dalam praktiknya, gelandang asal Portugal itu langsung memberi dampak yang jauh melampaui angka tersebut. Sejak hari pertama berseragam United, Fernandes tampil layaknya pemain bernilai £100 juta.
Manchester United sebenarnya sudah melakukan kajian mendalam sebelum merekrutnya. Mereka tahu Fernandes adalah pemain level elite yang haus kemenangan dan tak segan menegur siapa pun jika standar permainan menurun.
Karakter tersebut langsung terlihat sejak awal kedatangannya. Dua hari setelah resmi menandatangani kontrak, Fernandes langsung dimainkan penuh selama 90 menit saat United menghadapi Wolverhampton Wanderers. Laga yang berakhir imbang tanpa gol itu memang belum manis, namun menjadi penanda awal hadirnya sosok bermental pemimpin di Old Trafford.
Sifat vokal Fernandes pun cepat mencuri perhatian. Jika kini ia kerap beradu argumen dengan wasit, pada masa awal kariernya di United, sasaran kritiknya justru rekan setim sendiri yang dinilai belum sejalan dengannya di lapangan.
Aura kepemimpinan Fernandes semakin kentara pada penampilan ketiganya bersama United, saat menghadapi Club Brugge di leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Meski memulai laga dari bangku cadangan, pengaruhnya langsung terasa begitu masuk pada sembilan menit terakhir.
Permainan United berubah drastis. Fernandes bahkan beberapa kali terlihat menegur rekan setim karena lambat mengalirkan bola. Sebuah potret jelas dari pemain yang tak hanya ingin bermain baik, tetapi juga menuntut standar tertinggi dari semua orang di sekitarnya.




