Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kondisi makroekonomi Indonesia dalam kondisi kuat. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan kuartal III.
"Saya ingin sharing bahwa kondisi per saat ini seperti sudah sering disampaikan, kondisi makro ekonomi kita kuat. Pertumbuhan ekonomi masih 5,04% di kuartal ketiga. Dan dalam waktu yang singkat nanti minggu depan hari Kamis tanggal 5 akan diumumkan pertumbuhan yang diperkirakan lebih besar daripada pertumbuhan yang di kuartal ketiga," kata Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.
Airlangga juga menyinggung tingkat inflasi yang masih terkendali. Ia menyebut inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen, sementara inflasi Januari 2026 akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam waktu dekat.
"Kemudian inflasi 2,92% di bulan Desember dan hari Senin besok juga akan diumumkan oleh BPS tingkat inflasi di bulan Januari," ucapnya.
Airlangga memastikan tingkat inflasi tetap berada dalam sasaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Dipastikan bahwa tingkat inflasi ini masih dalam rentang sesuai APBN, yaitu rentang 2,5% plus minus 1 persen," ujarnya.
Selain itu, kondisi cadangan devisa Indonesia hingga Desember 2025 dinilai masih kuat, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau mencapai Rp156,5 miliar. Sementara itu, defisit fiskal tetap terjaga di bawah batas 3 persen.
Dari sisi sektor perbankan, Airlangga menilai kinerja masih solid. Pertumbuhan kredit tercatat sebesar 9,6 persen, sementara dana pihak ketiga tumbuh dua digit mencapai 13,83 persen.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 25,87 persen. Sementara rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga masih terjaga di bawah batas 60 persen, yakni sekitar 40 persen.
Editor: Redaktur TVRINews



