Jakarta, tvOnenews.com - Partisipasi masyarakat Kota Bekasi terhadap pendidikan non-formal, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan lembaga kursus, tercatat cukup tinggi.
Hal itu disampaikan Kabid Paud Dikmas Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Nelwan Nelly Sampe, saat menghadiri pembukaan Sekolah Bahasa di Jalan Pondok Hijau Permai, Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu (31/1).
Nelwan menjelaskan bahwa saat ini terdapat 78 PKBM di seluruh kecamatan di Bekasi yang melayani Paket A, B, dan C.
Ia mendorong lembaga kursus swasta, seperti Sekolah Bahasa untuk tetap stabil secara operasional dan tertib administrasi perizinan.
"Kami sangat mendorong yang terutama mereka harus stabil ya, diberi izin," ungkapnya.
Hal itu sejalan dengan program pemerintah pusat mengenai wajib belajar 12 tahun plus satu tahun prasekolah.
CEO Sekolah Bahasa, Audy Laksamana, menjelaskan bahwa lembaga ini menawarkan pelatihan bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Jepang, dan Jerman.
"Kami mengharapkan mereka (siswa) akan percaya diri untuk ngomong bahasa Inggris, tapi yang kedua tentu saja level bahasa Inggris, jadi kita mempunyai level dari mulai A1 sampai B2," ujar Audy.
Sekolah Bahasa menerapkan metode unik dengan menghadirkan penutur asli (native speaker) setiap dua minggu sekali untuk melatih percakapan.
Selain itu, siswa mendapatkan akses platform digital dan tugas harian melalui WhatsApp atau Telegram agar terus terpapar bahasa asing selama lima hari dalam seminggu. (dpi)


