jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menerima gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) dari Universitas Tarumanegara (Untar), Jakarta, Sabtu (31/1).
Gelar tersebut diberikan atas dedikasi dan kontribusinya dalam memandang pemberantasan narkoba sebagai bagian penting dari penguatan keamanan nasional.
BACA JUGA: Figura Beri Apresiasi kepada Kepala BNN atas Kinerja Pemberantasan Narkoba
Penganugerahan berlangsung di Auditorium Gedung M Lantai 8 Kampus I Untar. Gelar kehormatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan serta pemikiran strategis Suyudi dalam mengintegrasikan isu narkotika dengan perspektif hukum dan pembangunan nasional.
Dalam orasi ilmiahnya bertema “Narkoba, Keamanan Nasional, dan Masa Depan Indonesia: Perspektif Ilmu Hukum”, Suyudi menegaskan bahwa permasalahan narkoba berkaitan erat dengan stabilitas negara.
BACA JUGA: Kepala BNN Tanggapi Peluang Indonesia Larang Penggunaan Vape Seperti Singapura
“Urgensi penanganan narkoba turut menentukan berhasil atau tidaknya bangsa ini dalam menggapai Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Dia menyampaikan, komitmen pemberantasan narkoba telah ditegaskan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khususnya poin ke-7, yang menempatkan perang terhadap narkotika sebagai bagian dari reformasi sistem hukum dan tata kelola pemerintahan.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Melantik Irjen Suyudi Ario Seto Jadi Kepala BNN
Menurutnya, kebijakan narkotika tidak hanya berorientasi pada kesehatan, tetapi juga sebagai strategi memperkuat ketahanan sosial dan keamanan bangsa.
Suyudi juga memaparkan data Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2025 yang dilakukan BNN bersama BPS dan BRIN.
Prevalensi tercatat sebesar 2,11 persen atau setara 4,15 juta penduduk usia produktif, dengan angka tertinggi pada kelompok usia 15–24 tahun sebesar 2,53 persen.
Di bidang penegakan hukum, sepanjang 2025 BNN mengungkap 773 kasus narkotika, membongkar 63 jaringan, serta mengamankan 1.214 tersangka.
Barang bukti yang disita antara lain lebih dari 2,1 juta gram ganja, 4 juta gram sabu, ratusan ribu pil ekstasi, serta ribuan gram kokain.
Selain pemberantasan, BNN memperkuat program pencegahan melalui Desa Bersinar, Keluarga Bersinar, dan Sekolah Bersinar yang menjangkau ratusan wilayah sepanjang 2025.
Suyudi menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang bersih dari narkotika dan sejalan dengan visi pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh



