FAJAR, TERNATE — Kekalahan Malut United dari Bhayangkara FC tak hanya menjadi pukulan bagi Laskar Kie Raha, tetapi juga mengubah peta persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026. Hasil ini membuka celah bagi Persebaya Surabaya untuk terus menempel ketat Persib Bandung dan Persija Jakarta dalam perburuan posisi elite klasemen.
Malut United tumbang 1-2 dari Bhayangkara FC dalam laga pekan ke-19 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (31/1). Kekalahan ini membuat langkah Malut tertahan di peringkat keempat dengan koleksi 37 poin, sementara rival-rival di atasnya berpeluang menjauh.
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengakui kegagalan timnya menjalankan rencana permainan. Meski demikian, ia menegaskan kekalahan tersebut bukan akhir dari perjalanan.
“Tentu kami kecewa. Game plan yang kami siapkan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tapi ini bukan akhir, kami akan evaluasi dan fokus ke laga berikutnya,” kata Hendri usai laga, dikutip dari Antara.
Dalam pertandingan tersebut, Bhayangkara FC tampil efektif. Tim asuhan Paul Munster unggul lewat gol Moussa Sidibe (22’) dan Moises Wolschick (52’). Gol balasan David Da Silva (70’) hanya memperpanjang harapan tuan rumah tanpa mampu mengubah hasil akhir.
Malut United kesulitan membongkar pertahanan Bhayangkara di babak pertama. Mereka hanya mampu melepaskan dua tembakan tanpa satu pun tepat sasaran. Dominasi baru terlihat di babak kedua dengan 69 persen penguasaan bola, namun efektivitas tetap menjadi masalah.
“Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab penuh atas hasil ini,” ujar Hendri.
Gelandang anyar Malut United, Lucas Cardoso, yang menjalani debutnya, juga mengakui kekecewaan atas hasil tersebut. Namun fokus tim kini langsung diarahkan ke laga berat berikutnya.
“Kami harus melupakan kekalahan ini dan fokus ke pertandingan selanjutnya,” ucapnya.
Ujian itu datang cepat. Malut United dijadwalkan bertandang ke markas Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (6/2). Laga ini menjadi krusial, bukan hanya bagi Malut, tetapi juga bagi dinamika papan atas.
Pada hari yang sama, Persib Bandung sukses mengamankan tiga poin penting usai menundukkan Persis Solo 1-0 di Stadion Manahan. Gol tunggal Andrew Jung melalui tandukan pada menit ke-39 memastikan Pangeran Biru terus menjaga jarak di puncak persaingan.
Kemenangan Persib, dikombinasikan dengan kekalahan Malut United, memberi dampak langsung ke papan atas. Persebaya Surabaya, yang sebelumnya berada dalam bayang-bayang tiga besar, kini mendapat ruang untuk mendekat ke Persib dan Persija, sekaligus mempertebal tekanan pada Malut United.
Di fase kompetisi yang mulai memasuki titik kritis, satu kekalahan tak lagi berdiri sendiri. Setiap hasil kini memiliki efek berantai. Dan bagi Malut United, kekalahan di Ternate bukan sekadar kehilangan tiga poin—melainkan kehilangan momentum di tengah persaingan elite yang kian ketat.



