Semarang: Produksi barongsai di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), mengalami peningkatan menjelang Imlek 2026. Permintaan yang datang mendadak membuat para perajin harus bekerja ekstra hingga kewalahan memenuhi pemesanan dari berbagai daerah di Indonesia.
Tumpukan rangka rotan dan kepala barongsai setengah jadi memenuhi bengkel sederhana di sebuah rumah di Jalan Hiri III, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur. Aroma cat dan lem menyatu dengan kesibukan para perajin yang bekerja tanpa henti.
Lonjakan pesanan barongsai mulai terasa sejak Januari 2026. Pola ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya pesanan masuk jauh-jauh hari, sekitar dua atau tiga bulan sebelum Imlek.
Bengkel yang telah bertahan hingga empat generasi ini sempat kewalahan. Pasokan bahan baku menipis, karena tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan produksi.
Baca Juga :
Simak Deretan Bisnis Paling Cuan saat Perayaan Imlek"Produksi untuk Imlek tahun ini agak sedikit kacau. Jadi banyak customer yang pesan itu pada Januari, jadi mepet. Jadi kami persiapannya cukup kewalahan ini," ujar Perajin Barongsai Candra Wiro Utomo, dalam program Newsline Metro TV, Sabtu, 31 Januari 2026.
Pesanan datang dari berbagai daerah. Mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Untuk satu set barongsai, Candra mematok harga sekitar Rp6,5 juta. Meski permintaan meningkat, harga tidak dinaikkan karena kondisi pasar dinilai masih stagnan.
Proses pembuatan barongsai masih sepenuhnya mengandalkan keterampilan tangan. Mulai dari perakitan rangka, penempelan, pengecatan, hingga pemasangan bulu. Salah satu pesanan yang mencuri perhatian adalah naga jumbo sepanjang 47 meter yang dikirim ke Kalimantan Barat (Kalbar).
Meski sempat terkendala hujan, Candra memastikan proses produksi tetap terkendali. Hingga hari H perayaan Imlek, jumlah pesanan yang tercatat mencapai puluhan set.



