Bisnis.com, JAKARTA - Elena Rybakina ratu terbaru Melbourne Park, akhirnya meraih mahkota yang gagal diraihnya tiga tahun lalu setelah dikalahkan oleh Aryna Sabalenka.
Unggulan kelima ini merebut gelar tunggal putri Australian Open 2026, menang dalam final menegangkan 6-4 4-6 6-4 atas petenis peringkat 1 dunia pada Sabtu malam.
Di bawah atap tertutup di Rod Laver Arena, petenis Kazakhstan berusia 26 tahun itu membutuhkan waktu dua jam 18 menit untuk memenangkan pertandingan final, mencetak 28 winner dalam perjalanannya meraih gelar AO pertamanya dan gelar Grand Slam keduanya.
Juara Wimbledon 2022 itu menerima Piala Peringatan Daphne Akhurst dari Jennifer Capriati, juara tunggal putri AO tahun 2001 dan 2002.
Elena Rybakina sukses petenis putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, menelan pil pahit di final Grand Slam setelah melakukan kebangkitan dramatis di set ketiga untuk merebut gelar Australian Open pertamanya.
Petenis unggulan kelima asal Kazakhstan itu sempat tertinggal 0-3 pada set penentuan, saat Sabalenka terlihat semakin dekat dengan gelar tunggal utama kelimanya.
Baca Juga
- Janice Tjen Gugur di Babak Kedua Australian Open 2026
- Jadwal Final Australian Open 2025 dan Siaran Langsung Nonton, Indonesia Pastikan 2 Gelar
- Jojo Tersingkir dari Australian Open 2025, Akui Permainannya Buruk
Namun, Rybakina memenangi lima gim beruntun sebelum menutup pertandingan dengan skor 6-4, 4-6, 6-4, sekaligus membalas kekalahannya dari Sabalenka di final tahun 2023.
Kekalahan ini menjadi yang ketiga bagi Sabalenka dalam empat final Grand Slam terakhirnya, setelah sebelumnya juga tumbang di final Australian Open dan French Open tahun lalu.
Petenis Belarus itu sempat mematahkan servis kuat Rybakina di akhir set kedua dan kembali melakukannya pada awal set penentuan untuk mengambil kendali dalam upayanya meraih gelar Australian Open ketiga dalam empat tahun.
Namun, Sabalenka justru kehilangan momentum. Ia terlihat tegang seiring bergulirnya waktu, dan membuat tiga kesalahan sendiri yang memungkinkan Rybakina kembali mematahkan servisnya untuk kedua kalinya dan berbalik unggul.
Rybakina yang kini berusia 26 tahun menunjukkan ketenangan luar biasa dengan menutup laga melalui sebuah pukulan ace, sekaligus mengamankan gelar utama keduanya setelah menjuarai Wimbledon 2022.
“Ini pertarungan yang sengit,” kata Rybakina, pemain Kazakhstan pertama yang memenangkan gelar tunggal Australian Open. “Saya sangat bangga.”
“Ini benar-benar Grand Slam yang membahagiakan.”
Pemain berusia 26 tahun itu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada timnya.
“Saya sangat senang kami mencapai hasil ini… semoga kami bisa terus tampil kuat tahun ini,” kata Rybakina.
Pemain peringkat 5 dunia itu juga mengucapkan selamat kepada Sabalenka atas penampilan fenomenalnya setelah mencapai final AO keempat berturut-turut.
“Saya tahu ini sulit, tetapi saya hanya berharap kita akan bermain di lebih banyak final bersama,” katanya.
Sabalenka, yang menerima kekalahan dengan lapang dada, juga menyampaikan kata-kata baik yang serupa kepada Rybakina.
“Saya ingin mengucapkan selamat atas perjalanan yang luar biasa, permainan tenis yang luar biasa,” katanya, sebelum menoleh ke timnya sambil tersenyum.
“Semoga tahun depan, Daphne akan menjadi milik kita, kan?”




