Rawa Kalong, Warisan Revitalisasi Ridwan Kamil yang Kini Terbengkalai

liputan6.com
19 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Situ Rawa Kalong pernah diproyeksikan sebagai wajah baru ruang publik dan pengendali banjir di Kota Depok. Dengan anggaran sekitar Rp 21 miliar pada era Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kawasan situ ini direvitalisasi agar menjadi resapan air, ruang olahraga, dan pusat aktivitas warga.

Namun, setelah proyek rampung, kondisi di lapangan tak sepenuhnya sejalan dengan rencana awal. Situ ini justru menyisakan tanda tanya tentang arah pembangunan dan nasib warga di sekitarnya. Situ itu kini berdiri di antara harapan yang pernah besar dan kenyataan yang berjalan terseok.

Advertisement

Saat tim Liputan6.com menyambangi Situ Rawa Kalong pada Sabtu (31/1/2026), situ yang terletak di wilayah Curug , Cimanggis, Kita Depok ini memiliki luas 8,25 hektar. Kondisi kawasan tersebut tampak memprihatinkan. Sampah berserakan di sepanjang jalur jogging, sejumlah fasilitas terlihat rusak terbengkalai, dan toilet umum yang seharusnya dapat digunakan pengunjung justru terkunci rapat.

Proyek yang diharapkan menjadi solusi ekologis di tengah menyusutnya ruang resapan air akibat masifnya pembangunan, justru saat ini kawasan air situ kembali dipenuhi limbah sampah. Secara kasat mata, air Situ Rawa Kalong terlihat tenang. Namun di balik permukaannya, ada persoalan yang tak selalu tampak.

Irdan seorang petugas Operasional dan Pemeliharaan Pekerjaan Umum menjelaskan, kualitas air tidak bisa hanya dinilai dari visual semata.

“Kalau cuman lihat visual sepertinya baik baik aja, tapi kadang kala ada buih keruh yg terkadang terasa gatal kalau tidak segera cuci tangan, setelah terkena tangan saat mengangkatan sampah di air,” ujar Irdan Mimin, menggambarkan kondisi air Situ Rawa Kalong dari sudut pandang orang yang setiap hari bersentuhan langsung dengannya.

“Untuk hasil akurat dari air kita perlu selalu cek pH rutin secara berkala untuk tau lebih lanjut seperti yang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lakukan dulu,” sambungnya, sembari menambahkan bahwa air yang terlihat baik-baik saja tetap bisa menimbulkan iritasi.

Situ ini masih menjalankan fungsi utamanya sebagai resapan air dan pengendali banjir. Namun fungsi ekologis itu berjalan dengan keterbatasan besar, terutama dalam perawatan dan pengawasan jangka panjang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aksi Heroik Sopir Jaklingko Adang Jambret di Jaktim, Pelaku Diserempet Jatuh dari Motor
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Dua Raksasa Eropa, Real Madrid dan Bayern Munich Saling Sikut Berebut Bintang MU? 
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Diserang Netizen di Tengah Konflik Denada–Ressa, Irfan Hakim Buka Suara soal Fakta yang Tak Terungkap
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Habiburokhman: Narasi Polri di Bawah Kementerian Sengaja Dibuat untuk Melemahkan Prabowo Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan narasi menge
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.