Penulis: Laksmi Dewi Ramadhani
TVRINews, Tahuna
Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD guna memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga serta mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah di wilayah kepulauan.
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menegaskan, stabilitas harga kebutuhan pokok dan kelancaran distribusi pangan menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat, sementara digitalisasi dipandang sebagai sarana pelayanan publik yang lebih inovatif dan tepat sasaran.
Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto mengungkapkan keterbatasan akses transportasi udara dan laut memengaruhi fluktuasi harga komoditas seperti cabai rawit dan bawang merah.
Untuk itu, penguatan ketahanan pangan didorong melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD), Gerakan Pangan Murah (GPM), Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), serta pengembangan infrastruktur logistik.
Dari sisi digitalisasi, TP2DD Sangihe dinilai berprestasi dengan mempertahankan predikat “Digital” pada IETPD Semester I-2025 dan lonjakan peringkat Championship TP2DD dari 40 ke 17.
Sekretaris Daerah Melanchton Herry Wolf menambahkan, isu kemiskinan menjadi perhatian karena berkaitan erat dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Pemkab Sangihe telah menyiapkan dua pilot project implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) dan mendorong dukungan BSG agar program ini dapat diperluas.
BI juga mendorong penguatan akses direct call dengan Tiongkok serta penetrasi QRIS pada layanan publik guna meningkatkan PAD tanpa menaikkan pajak atau retribusi.
Editor: Redaktur TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)

