Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu mendorong agar gagasan Prabowonomics dapat diimplementasikan lebih lanjut di tengah situasi ekonomi dan geopolitik global yang tak pasti.
Gagasan Prabowonomics merupakan jurus Presiden RI Prabowo Subianto dalam menghadapi tantangan dan gejolak ekonomi global.
Prabowonomics dianggap bisa mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri. Di samping itu, gagasan Prabowonomics juga dinilai lebih mengedepankan kepentingan nasional untuk kesejahteraan rakyat.
Hal itu disampaikan Mari Elka dalam diskusi bertajuk “Tantangan Prabowonomics Setelah Davos: Gonjang-Ganjing Pasar dan Intervensi Asing” yang digelar Total Politik, di Menteng, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.
“Melihat pidato presiden di Davos, sebetulnya buat saya cukup jelas ya bahwa Indonesia first dan saya rasa dari dulu juga kita memang harus menetapkan posisi kita di Indonesia dalam konteks global seperti itu, yang pertama kita harus melindungi kepentingan nasional, jadi apapun interaksi kita dengan global dan internasional pasti yang harus dikedepankan adalah kepentingan nasional,” ujar Mari Elka.
Bertalian dengan itu, Mari Elka lantas menekankan pentingnya untuk memperkuat berbagai industri dalam negeri, salah satunya komoditas tembakau yang menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar ke negara.
Menurut dia, jangan sampai pemerintah ikut memperparah dengan menekan dan mempersulit industri hasil tembakau dalam negeri. Dia menyebut Amerika Serikat pernah menekan industri hasil tembakau asal Indonesia.
“Jadi dulu saya sebagai Mendag saya berantem sama Amerika karena dia melanggar azas yang paling fundamental di WTO, yaitu diskriminasi. Waktu itu Amerika melarang ekspor tembakau dari Indonesia dengan alasan kretek itu menciptakan rasa yang manis atau yang enak sehingga anak muda itu menjadi addicted kepada rokok,” ucap Mari Elka.
Anehnya, lanjut Mari Elka, larangan tersebut hanya berlaku untuk kretek, tapi tidak dengan menthol. Ia menilai bahwa ini sebagai tindakan yang diskriminatif.
“Dia mengeluarkan aturan, tapi yang dibanned hanya kretek, menthol tidak dibanned, jadi kita bilang ini apa bedanya menthol sama kretek, sama-sama daun kok,” tuturnya.





