Hamas Peringatkan Konsekuensi Serius atas Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Gaza: Kelompok pejuang Palestina Hamas memperingatkan bahwa pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata akan menimbulkan konsekuensi serius. Peringatan tersebut disampaikan oleh Khalil al-Hayya, anggota Biro Politik Hamas sekaligus pemimpin kelompok itu di Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya pada Sabtu, Hamas menyebutkan bahwa al-Hayya telah melakukan komunikasi dengan para mediator serta sejumlah pihak internasional setelah Israel menewaskan sedikitnya 37 warga Palestina dalam 24 jam terakhir.

Dilansir dari TRT World, Minggu, 1 Februari 2026, Al-Hayya mengecam apa yang ia sebut sebagai praktik hampir setiap hari Israel melakukan “kejahatan dan pembantaian” di Gaza. Menurutnya, serangan-serangan tersebut dilakukan dengan dalih dan alasan palsu.

Ia memperingatkan dampak serius dari apa yang disebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan” Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata. Al-Hayya menegaskan bahwa komitmen perlawanan Palestina terhadap gencatan senjata hanya dapat dipertahankan jika kekuatan pendudukan dipaksa memenuhi kewajibannya dan menghentikan pelanggaran yang terus berlanjut.

Hamas juga menyalahkan Israel atas kegagalan menyelesaikan persoalan warga Palestina yang terjebak di dalam terowongan di wilayah Rafah, Gaza selatan.

Sejak penerapan gencatan senjata pada 10 Oktober, banyak warga Palestina dilaporkan terperangkap di Rafah. Israel disebut menolak mengizinkan mereka keluar, meski telah ada berbagai upaya mediasi.

Situasi ini masih belum terselesaikan meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pertengahan Januari mengumumkan dimulainya tahap kedua dari rencana gencatan senjata 20 poin yang diusulkannya. Sejumlah isu krusial terkait gencatan senjata di Gaza, termasuk nasib warga yang terjebak di terowongan, tetap belum menemukan jalan keluar. Eskalasi di Gaza Secara terpisah, kelompok-kelompok perlawanan Palestina menilai eskalasi tajam serangan Israel di Gaza sebagai upaya nyata untuk menggagalkan konsolidasi gencatan senjata.

Dalam pernyataan Komite Tindak Lanjut Kekuatan Nasional dan Islam, disebutkan bahwa pasukan Israel terus melanggar gencatan senjata, dengan intensitas serangan meningkat setelah pembentukan Komite Nasional Administrasi Gaza.

Menurut komite tersebut, puncak serangan terjadi pada dini hari Jumat, dengan sasaran gedung, tempat penampungan, dan kantor polisi. Serangan-serangan itu menewaskan banyak warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Sejak Komite Nasional diumumkan pada 17 Januari, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan 71 orang dan melukai 140 lainnya, sebagian besar dengan luka serius.

Gaza juga dilaporkan mengalami 96 serangan udara dan artileri, termasuk 61 serangan langsung terhadap warga sipil, serta penghancuran atau pemboman terhadap sedikitnya 17 rumah.

Komite tersebut mendesak Amerika Serikat, para mediator, dan komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangan dan mengakhiri pelanggaran gencatan senjata. Mereka memperingatkan bahwa serangan yang terus berlanjut menghambat seluruh upaya menuju tahap kedua gencatan senjata.

Baca juga:  Serangan Israel Tewaskan 37 Orang di Gaza Jelang Pembukaan Kembali Rafah


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Solusi Air Bersih untuk Warga Jakarta, PAM JAYA–TP PKK Salurkan Toren Gratis
• 9 jam lalumerahputih.com
thumb
Harga Emas Perhiasan 1 Februari Turun Jadi Rp2,378 Juta per Gram, Buyback Rp2,515 Juta
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Pelatih Persis Janjikan Penampilan Permainan Baru Saat Hadapi Persib
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Irfan Hakim Beri Klarifikasi Usai Dituding Bela Denada di Kasus Dugaan Penelantaran Anak, sang Artis Akui Dirinya Netral
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Rajut Harmoni, Wagub NTT Minta Maaf kepada Masyarakat Bali 
• 40 menit lalukompas.id
Berhasil disimpan.