Presiden Iran Serukan Keadilan dan Kewaspadaan terhadap Upaya Perpecahan di Tengah Ketegangan dengan AS

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran harus menempuh jalan keadilan sebagai benteng untuk melindungi rakyat dari ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam pernyataannya, Presiden menekankan pentingnya membedakan antara protes damai dan upaya yang bertujuan menciptakan perpecahan di masyarakat.

"Kita wajib mendengarkan para pengunjuk rasa damai," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa ada pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan gelombang protes untuk memecah belah bangsa, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim.

Presiden juga menyampaikan pentingnya memberikan kedaulatan kepada rakyat dan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kewaspadaan harus tetap dijaga terhadap upaya untuk mengubah protes menjadi tindakan hasutan.

Tuduhan terhadap Pihak Asing dan Seruan Evaluasi Pemerintah

Presiden Pezeshkian menyebut bahwa pengalaman terkini menunjukkan adanya peran dari musuh bebuyutan, termasuk rezim Israel dan pendukung Baratnya, dalam menghasut kerusuhan dan memecah belah Iran.

Menurutnya, aktor-aktor tersebut berupaya mengeksploitasi tuntutan sosial dengan mendorong protes ke arah kekerasan, pembunuhan, dan penghancuran properti publik, termasuk serangan terhadap pasukan militer dan fasilitas layanan.

"Tindakan tersebut tidak memiliki tempat dalam norma protes sipil apa pun," tegasnya.

Ia juga menyerukan agar pihak berwenang melakukan evaluasi terhadap perilaku dan kinerja mereka terhadap warga negara.

Langkah ini, menurutnya, bertujuan menghilangkan dalih dari pihak-pihak yang ingin mengubah protes menjadi kebencian dan hasutan.

"Pelayanan tulus kepada rakyat adalah penghalang utama terhadap infiltrasi musuh," ia mengungkapkan.

Ketegangan Iran-AS Kembali Meningkat

Pernyataan Presiden Pezeshkian muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Tehran dan Washington dalam beberapa pekan terakhir.

Ketegangan memuncak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa "armada besar" sedang bergerak menuju Iran.

Trump juga menyerukan agar Tehran "datang ke meja perundingan" untuk melakukan negosiasi.

Sebagai tanggapan, pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat akan memicu respons yang "cepat dan komprehensif".

Iran menegaskan bahwa mereka tetap terbuka untuk melakukan pembicaraan, namun hanya dengan "syarat yang adil, seimbang, dan tidak memaksa".


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cabai Naik, Petani di Jember Pilih Panen Lebih Awal | KOMPAS SIANG
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
5 RT di Jakarta Utara Masih Terendam Banjir Malam Ini, 265 Warga Mengungsi
• 21 jam laludetik.com
thumb
Hasil BRI Super League: Gol Semata Wayang Andrew Jung Bawa Persib Kalahkan Tuan Rumah Persis
• 20 jam lalubola.com
thumb
Pernah Geluti Kripto, Trump Umumkan Sosok Ketua The Fed Amerika Serikat (AS) Berikutnya!
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
DP3A: Kasus Perundungan Anak SMP di Surabaya Diduga Dipicu Cemburu
• 4 menit lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.