Rupiah Melemah, PDIP: Pemerintah Harus Cepat Atasi Ketidakpastian di Pasar Keuangan

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menekankan bahwa kunci utama Indonesia dalam menghadapi tekanan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS adalah soliditas seluruh elemen pemerintahan. Di tengah dinamika global yang tak menentu, pemerintah dituntut membangun kepercayaan pasar (trust building) melalui kebijakan yang kredibel dan terukur.

​"Kunci dalam menghadapi berbagai dinamika global dan nasional yang terjadi adalah soliditas dari seluruh pemerintahan negara. Semua elemen harus membangun kerja sama dan mewujudkan sistem trust building," ujar Hasto di Kantor Megawati Institute, Jakarta Pusat, dikutip Minggu, 1 Februari 2026.

Baca Juga :
PDIP Sarankan Beberapa Langkah untuk Respons Merosotnya IHSG dan Mundurnya Beberapa Pejabat BEI-OJK
Hasto PDIP soal Petinggi OJK-BEI Mundur: Ini Satu Keteladanan Baru

Ilustrasi mata uang Rupiah.
Photo :
  • pixabay.com/WonderfulBali

​Hasto menegaskan pentingnya orkestrasi yang harmonis antara otoritas fiskal, moneter, dan pengelola sektor riil. Ia menjelaskan bahwa disiplin fiskal yang konsisten oleh Kementerian Keuangan harus berjalan seiring dengan stabilitas kebijakan moneter oleh Bank Indonesia. 

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian wajib memastikan sektor riil tetap tangguh menghadapi fluktuasi.

​Menurut Hasto, pemerintah harus mampu memberikan arah yang jelas bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga. Langkah konkret untuk memperbaiki iklim investasi dan memperkuat daya saing sektor riil menjadi mutlak dilakukan agar tekanan eksternal tidak berdampak sistemik.

​"Apa yang direkomendasikan berkaitan dengan kondisi pasar keuangan harus cepat diatasi. Membangun kredibilitas itu yang paling penting. Jangan sampai terjadi ketidakpastian yang berkepanjangan," tegasnya.

​PDIP, lanjut Hasto, mendorong pemerintah untuk bertindak responsif terhadap dinamika pasar keuangan. Baginya, kepercayaan publik dan pelaku pasar adalah fondasi utama yang akan menentukan seberapa kuat ekonomi nasional bertahan di tengah badai ekonomi global.

Ilustrasi mata uang Rupiah.
Photo :
  • Pixabay/IqbalStock

​"Kepastian kebijakan dan kecepatan merespons pasar akan membangun persepsi positif bahwa perekonomian kita dalam kondisi baik dan terkendali," pungkasnya.

Baca Juga :
PBNU Luncurkan NU Harvest Maslaha, Gus Yahya: Investasi Syariah Jaga Amanah
Mensesneg Pastikan Pemerintah Tak Ikut Campur soal Mundurnya Iman Rachman dari Dirut BEI
Wacana Penghapusan Ambang Batas Parlemen, Said PDIP Singgung Kawin Paksa Politik

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prilly Latuconsina "Open to Work" di LinkedIn: Dari Gimik hingga Pelajaran Pencitraan Personal 
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Populer: Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Dirut BEI; Friderica Widyasari Jabat Ketua OJK
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Perhiasan 1 Februari Turun Jadi Rp2,378 Juta per Gram, Buyback Rp2,515 Juta
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Jalur Darurat Jadi Andalan Warga Gayo Lues Pascabanjir Bandang
• 7 jam laludetik.com
thumb
Pernikahan Hailey dan Justin Bieber Sempat Goyah, Tanda Rumah Tangga Masih Sehat
• 14 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.