Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Iran siap bernegosiasi dengan AS. Padahal sebelumnya, Iran akan merespons keras jika AS melakukan serangan.
"Iran mulai bicara dengan kita, mari kita lihat jika kita bisa mendapatkan sesuatu. Jika tidak, kita lihat saja apa yang akan terjadi. Kita punya armada yang sedang bergerak ke sana," kata Trump, kepada FoxNews.
"Mereka akan bernegosiasi," imbuh Trump.
Sementara Trump juga menambahkan, AS sengaja tidak memberi tahu rencana apa pun kepada sekutu-sekutu mereka di Timur Tengah. Termasuk rencana apakah akan ada serangan dalam waktu dekat.
Trump mengatakan, ini adalah alasan keamanan operasi. Sebab, ia berulang kali mengancam Iran atas tindakan keras mereka saat menangani demonstrasi besar-besaran.
"Ya, kita tidak bisa memberi tahu mereka rencana kita. Jika kita beri tahu, sama bahayanya dengan saya beri tahu rencana ini ke kalian. Itu bisa berakibat buruk sebenarnya," kata Trump.
Saat ini, Trump sudah mengerahkan armada tempurnya mendekati Iran. Ada gugus tugas tempur yang berisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln, serta kapal perusak dan kapal selam berpeluru kendali yang berlayar di dekat Iran.
Sikap Iran: Ada Negosiasi, Perang Bukan Kepentingan IranDilansir AFP, Kepala Dewan Keamanan Tertinggi Iran Ali Larijani juga menyampaikan pesan senada dengan Trump. Ia menyebut, akan ada negosiasi.
"Kontras dengan apa yang terjadi dan populer di media-media, struktur kesepakatan untuk negosiasi sedang diproses," kata Larijani, sehari setelah bertemu dengan Presiden Putin di Moskow.
Sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut bahwa konflik hanya membawa kerugian. Bagi Iran, atau bagi AS.
"Republik Islam Iran tidak pernah sekalipun mencari jalan untuk perang. Sudah jelas pula, bahwa perang tidak akan ada di dalam kepentingan Iran atau AS, atau kawasan," kata Pezeshkian, usai berbicara dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.




