Jakarta, tvOnenews.com - Pertanyaan berapa hari lagi puasa 2026 mulai ramai dicari masyarakat seiring mendekatnya bulan suci Ramadhan. Banyak umat Muslim ingin mempersiapkan diri sejak dini, baik secara spiritual, fisik, maupun logistik menjelang ibadah puasa.
Pemerintah sendiri telah menetapkan libur nasional Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21–22 Maret 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026. Dari kalender tersebut, awal Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari.Lalu, berapa hari lagi puasa 2026 jika dihitung dari sekarang? Berikut penjelasan lengkap berdasarkan perkiraan dari Muhammadiyah dan pemerintah.
Perkiraan Awal Ramadhan 2026 Menurut MuhammadiyahMuhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah. Melalui Maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan:
-
1 Ramadhan 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026
-
1 Syawal 1447 H (Idul Fitri): Jumat, 20 Maret 2026
Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki dengan pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Jika dihitung dari Sabtu, 31 Januari 2026, maka jawaban atas pertanyaan berapa hari lagi puasa 2026 menurut Muhammadiyah adalah sekitar:
-
18 hari lagi menuju puasa Ramadhan 2026
Artinya, umat Muslim yang mengikuti kalender Muhammadiyah diperkirakan mulai menjalankan ibadah puasa pada pertengahan Februari.
Perkiraan Awal Puasa Menurut PemerintahSementara itu, pemerintah melalui kalender resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI memperkirakan awal Ramadhan 2026 jatuh pada:
-
Kamis, 19 Februari 2026
Penetapan ini mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Namun, tanggal tersebut masih bersifat sementara dan menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat.
Jika 1 Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026, maka dari 31 Januari 2026, jawaban berapa hari lagi puasa 2026 menurut pemerintah adalah:
-
Sekitar 19 hari lagi
Sidang isbat awal Ramadhan 1447 Hijriah dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026 (29 Syakban) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag, Jakarta, dan dipimpin langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyebut sidang isbat akan dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, ahli falak, DPR, hingga Mahkamah Agung.
