Jakarta, tvOnenews.com - Bulan Syaban mempunyai keistimewaan dalam agama Islam. Selain ada Nisfu Syaban, bulan ini sebagai momentum menanam amal saleh untuk menyambut bulan Ramadhan.
Di bulan Syaban, Rasulullah SAW memperbanyak amalan sunnah terutama puasa. Merujuk dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), hadis riwayat terkait Nabi Muhammad SAW berpuasa di bulan Syaban dari Aisyah RA, begini bunyinya:
عَائِشَة تَقُولُ : كَانَ أَحَبَّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانُ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ
Artinya: "Aisyah berkata, "Bulan Syaban adalah bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa, bahkan beliau menyambungnya dengan Ramadhan."
Ibadah yang termasuk dianjurkan di bulan Syaban, yakni puasa Ayyamul Bidh. Keistimewaan puasa pada momen ini, bertepatan dengan momentum Nisfu Syaban.
Sementara, jadwal puasa Ayyamul Bidh terjadi di setiap pertengahan bulan di tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Adapun Nisfu Syaban jatuh di pertengahan tepatnya pada tanggal 15 bulan Syaban.
Berdasarkan hasil keputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI, tanggal 1 Syaban 1447 H sendiri jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Soal kapan Nisfu Syaban 1447 Hijriah, mengacu dari pengamatan hilal didukung oleh Badan Pusat Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Nisfu Syaban 2026, jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Adapun malam Nisfu Syaban 1447 H mulai berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026. Hal ini mengingat hitungan penanggalan dalam kalender Hijriah berpacu setelah matahari terbenam.
Dengan hal ini, puasa Ayyamul Bidh terletak pada tanggal 1-3 Februari 2026. Berikut jadwal lengkapnya:
- Minggu, 1 Februari 2026: 13 Syaban 1447 H
- Senin, 2 Februari 2026: 14 Syaban 1447 H
- Selasa, 3 Februari 2026: 15 Syaban 1447 H.
Umat Muslim wajib memanfaatkan momentum Nisfu Syaban 2026, dengan menggunakan puasa Ayyamul Bidh. Selain mempertebal iman dan pahala, ibadah ini menjadi bagian latihan persiapan menyambut bulan Ramadhan.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh- iStockPhoto




