5 Berita Terpopuler: PPPK Paruh Waktu dan Honorer Siap Bersatu, PGRI Bakal Mendesak Pemerintah Bentuk Badan Guru Nasional

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Selamat pagi pembaca setia JPNN.com, hari ini kami sajikan berita terpopuler sepanjang Sabtu (31/1) tentang PPPK paruh waktu dan honorer siap bersatu untuk turun ke jalan, PGRI mendesak pemerintah bentuk guru nasional, hingga warga Kampung Sawah ancam geruduk gerai miras jika ngotot beroperasi. Simak selengkapnya!

1. Waduh, PPPK Paruh Waktu dan Honorer Siap Bersatu Turun ke Jalan

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Pemda Jangan PHK Honorer, PPPK Paruh Waktu Menunggu Kabar Baik dari Parlemen, 1,2 Juta Guru Siap-Siap Ya

Ketua Umum Aliansi Gabungan R2 R3 Indonesia Faisol Mahardika menyatakan, massa PPPK paruh waktu dan honorer siap untuk bersatu, bersama-sama menggelar aksi demonstrasi. 

Aksi turun ke jalan akan dilakukan jika pemerintah dan DPR RI kompak tidak memperjuangan nasib PPPK paruh waktu dan honorer tersisa, yang tidak terakomodasi dalam pengangkatan menjadi ASN. 

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Kabar Gembira, Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ke Full Time Dimulai Bertahap

Faisol meminta DPR mendengar aspirasi terkait nasib PPPK paruh waktu dan sisa honorer.

Baca Selengkapnya di Bawah:

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Konsolidasi Nasional PPPK Lintas Profesi, Kepala BKN Merespons, PNS hingga Paruh Waktu Setara!

Waduh, PPPK Paruh Waktu dan Honorer Siap Bersatu Turun ke Jalan

2. Soal Kuota Haji Maktour, Gus Yaqut: Tidak Mungkin Itu

Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) mengaku tidak tahu perihal kuota haji yang didapatkan biro travel dan umrah PT Maktour. 

"Saya tidak tahu itu," ujar mantan Menteri Agama (Menag) itu seusai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/1/2026). 

Gus Yaqut juga mengatakan Kementerian Agama (Kemenag) tidak memberikan kuota haji khusus kepada pemilik PT Maktour, Fuad Hasan Masyhur.

Baca Selengkapnya di Bawah:

Soal Kuota Haji Maktour, Gus Yaqut: Tidak Mungkin Itu

3. PGRI: Saatnya Negara Menghadirkan Badan Khusus Guru Nasional

PB PGRI mendesak pemerintah menghadirkan Badan Khusus Guru Nasional. Ini sangat penting, mengingat situasi nya darurat guru. 

Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI Wijaya mengatakan hari ini Indonesia menghadapi krisis guru yang nyata dan struktural. 

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan Indonesia kekurangan lebih dari 1,3 juta guru, terutama akibat gelombang pensiun yang tidak diimbangi rekrutmen cepat dan terencana yang salah satunya dikarenakan moratorium pengangkatan guru.

Baca Selengkapnya di Bawah:

PGRI: Saatnya Negara Menghadirkan Badan Khusus Guru Nasional

4. Warga Kampung Sawah Acam Geruduk Lagi Party Staton jika Tetap Berjualan Miras

Warga RW 02 Kampung Sawah, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, menolak kehadiran tempat hiburan malam dan juga gerai miras Party Station di Hotel Kartika One, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. 

Bahkan sekira 300 warga melakukan unjuk rasa pada Jumat (30/1) malam untuk menolak adanya tempat hiburan malam Party Station ini. 

Penolakan ini lantaran, tempat hiburan malam ini sangat berdekatan dengan sekolah, universitas, pondok pesantren, masjid, dan gereja. 

Baca Selengkapnya di Bawah: 

Warga Kampung Sawah Acam Geruduk Lagi Party Staton jika Tetap Berjualan Miras

5. Para Buzzer Dinilai Bikin Citra Jelek Penegakan Hukum, Polisi Diminta Bertindak

Sekretaris Jenderal Komite Anti Korupsi Indonesia Anshor Mumin mendorong kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) dan kepolisian untuk menangkap para pendengung atau buzzer yang diduga di kerahkan oleh Pihak Riza Chalid dan Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, putra dari Riza Chalid, Muhamad Kerry Adrianto Riza. 

Sebab, dia melihat di media sosial (medsos) para buzzer aktif membuat narasi yang diduga bertujuan tujuan untuk mengaburkan dan mempengaruhi masyarakat terkait dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Persero. 

"Salah satu poin dalam medsos yang dioperasikan buzzer bayaran adalah Riza Chalid dan Kerry Putra tidak terlibat dalam kasus korupsi," kata Anshor dalam keterangannya, Sabtu (31/1).

Baca Selengkapnya di Bawah:

Nasib Kapolresta Sleman Kombes Edy Setyanto, Dicopot!

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Berita Terpopuler: Seluruh Guru Honorer Sudah Diangkat PPPK dan Paruh Waktu, Gajinya Jadi Sorotan, Sisanya Jangan Kena PHK


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DNA Lula Lahfah Ditemukan di Tabung Whip Cream? Polisi Ungkap Temuan Soal Darah di Sprei dan Tisu
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Kemlu Beri Pendampingan WNI Ditahan Kasus Kecelakaan Maut di Norwegia yang Tewaskan 2 Lansia
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Cerita Thom Haye Menjemput 3 Poin untuk Persib di Tanah Leluhur
• 47 detik laluviva.co.id
thumb
IHSG Pekan Depan Masih Dibayangi Sentimen MSCI, Simak Analisa 4 Saham Berikut
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Konsumsi Listrik RI di 2025 Tumbuh 3,75%
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.