Harga emas dunia melemah pada Jumat (30/1/2026) dan mencatatkan penurunan harian terdalam sejak 1983.
IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada Jumat (30/1/2026) dan mencatatkan penurunan harian terdalam sejak 1983, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pilihannya untuk jabatan Ketua Federal Reserve (The Fed).
Sementara itu, harga perak ambles hampir 30 persen dan berada di jalur penurunan harian terburuk sepanjang sejarah.
Harga emas spot sempat anjlok 12,86 persen hingga menyentuh level USD4.679,51 per troy ons, sebelum akhirnya ditutup melemah 8,84 persen di posisi USD4.895,44 per troy ons.
Sehari sebelumnya, logam mulia tersebut sempat mencetak rekor tertinggi di level USD5.594,82 per ons.
Aksi jual besar-besaran tersebut, yang oleh analis disebut sebagai aksi ambil untung, juga menekan harga logam mulia lainnya.
Kepala riset komoditas global Standard Chartered Bank Suki Cooper menilai, dikutip Reuters, pasar memang sudah waktunya mengalami koreksi.
Menurut dia, pemicu aksi jual kemungkinan berasal dari kombinasi berbagai faktor, mulai dari pengumuman Ketua The Fed hingga arus makroekonomi yang lebih luas.
“Baik jika dilihat dari pergerakan dolar maupun ekspektasi imbal hasil riil, kombinasi faktor-faktor inilah yang memicu aksi ambil untung,” ujarnya.
Trump menunjuk mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai kandidat pengganti Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei.
Penunjukan ini menempatkan sosok yang kerap mengkritik bank sentral tersebut ke posisi kepemimpinan strategis.
Meski terkoreksi tajam, harga emas masih menguat 13,25 persen sepanjang bulan ini, sekaligus mencatatkan kenaikan bulanan keenam secara beruntun.
Namun, dalam sepekan harga emas terkoreksi 1,85 persen.
Indeks dolar AS naik 0,7 persen, bangkit dari posisi terendah empat tahun yang dicapai awal pekan ini.
Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.
“Januari 2026 telah berakhir dan akan tercatat sebagai bulan paling volatil dalam sejarah logam mulia,” kata Kepala Strategi Logam di MKS PAMP SA Nicky Shiels dalam catatannya.
Ia menyebut level USD4.600 untuk emas, USD80 untuk perak, dan USD2.000 untuk platinum sebagai target penurunan yang masuk akal.
Menurutnya, harga perlu turun terlebih dahulu agar tren kenaikan bisa kembali berlanjut secara lebih moderat.
Di antara logam mulia lainnya, harga perak spot turun 6,83 persen ke level USD84,43 per ons, setelah sempat jatuh hingga USD73,47 pada Jumat lalu.
Berdasarkan data LSEG yang tersedia sejak 1982, pergerakan ini menempatkan perak di jalur penurunan harian terbesar sepanjang sejarah.
Logam putih tersebut sebelumnya mencetak rekor tertinggi di USD121,64 per ons pada Kamis dan telah melonjak lebih dari 17 persen sepanjang bulan ini.
Harga platinum spot merosot 19,18 persen ke level USD2.125 per ons, sementara paladium terperosok 15,7 persen ke posisi USD1.682 per ons. (Aldo Fernando)



