Jakarta (ANTARA) - Google dikabarkan akan menutup fitur pemutaran latar belakang YouTube gratis dengan menindak tegas berbagai celah yang selama ini dimanfaatkan pengguna untuk memutar konten tanpa berlangganan YouTube Premium.
Dilaporkan GSMarena pada Minggu waktu setempat, perusahaan mengonfirmasi adanya laporan penggunaan browser pihak ketiga seperti Samsung Internet, Brave, dan Vivaldi yang memungkinkan pemutaran latar belakang secara gratis.
“Pemutaran latar belakang adalah fitur yang dimaksudkan untuk eksklusif bagi anggota YouTube Premium. Meskipun beberapa pengguna non-Premium mungkin sebelumnya dapat mengakses fitur ini melalui peramban web seluler dalam skenario tertentu, kami telah memperbarui pengalaman untuk memastikan konsistensi di semua platform kami,” demikian bunyi pernyataan perusahaan.
Sementara itu, dilaporkan Android Authority, YouTube sebelumnya telah meluncurkan perubahan untuk mendorong lebih banyak pengguna mendaftar untuk berlangganan Premium.
Misalnya, tindakan keras pada November lalu menyebabkan ribuan pengguna pemblokir iklan di situs tersebut percaya bahwa YouTube sedang mengalami gangguan.
Mengingat banyaknya keluhan di berbagai aplikasi, ada kemungkinan ini adalah upaya lain dari perusahaan untuk mencegah orang menggunakan jalan pintas.
Baca juga: Google Photos tambah fitur AI untuk ubah foto pengguna jadi meme
Baca juga: Google hapus sebagian ringkasan AI Overviews terkait topik kesehatan
Baca juga: Google mulai izinkan pengguna ganti alamat email
Dilaporkan GSMarena pada Minggu waktu setempat, perusahaan mengonfirmasi adanya laporan penggunaan browser pihak ketiga seperti Samsung Internet, Brave, dan Vivaldi yang memungkinkan pemutaran latar belakang secara gratis.
“Pemutaran latar belakang adalah fitur yang dimaksudkan untuk eksklusif bagi anggota YouTube Premium. Meskipun beberapa pengguna non-Premium mungkin sebelumnya dapat mengakses fitur ini melalui peramban web seluler dalam skenario tertentu, kami telah memperbarui pengalaman untuk memastikan konsistensi di semua platform kami,” demikian bunyi pernyataan perusahaan.
Sementara itu, dilaporkan Android Authority, YouTube sebelumnya telah meluncurkan perubahan untuk mendorong lebih banyak pengguna mendaftar untuk berlangganan Premium.
Misalnya, tindakan keras pada November lalu menyebabkan ribuan pengguna pemblokir iklan di situs tersebut percaya bahwa YouTube sedang mengalami gangguan.
Mengingat banyaknya keluhan di berbagai aplikasi, ada kemungkinan ini adalah upaya lain dari perusahaan untuk mencegah orang menggunakan jalan pintas.
Baca juga: Google Photos tambah fitur AI untuk ubah foto pengguna jadi meme
Baca juga: Google hapus sebagian ringkasan AI Overviews terkait topik kesehatan
Baca juga: Google mulai izinkan pengguna ganti alamat email



