Surabaya (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melihat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai salah satu mengatasi timbulan sampah dan meluasnya gunungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, Jawa Timur.
"PSEL adalah salah satu alternatif pengelolaan sampah, karena sampah jika tidak dikelola akan jadi masalah, PSEL di TPA Benowo merupakan langkah bagaimana mengatasi timbulan sampah yang cukup besar. PSEL lah yang menjadi pilihan," kata Kepala Bidang Wilayah III Pusdal LH Jawa KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Gatut Panggah Prasetyo di Surabaya, Minggu.
TPA Benowo sendiri merupakan salah satu TPA yang sebelumnya sudah membangun PSEL sebagai yang pertama dibangun di Indonesia dan diresmikan pada 2021.
Dia menyebut upaya pengurangan sampah dengan fasilitas PSEL seperti merupakan upaya penting yang perlu dilakukan mengingat tumpukan sampah yang masuk ke lokasi tersebut. Diperkirakan lokasi TPA Benowo menerima sekitar 1.500 ton sampah per harinya dari seluruh Surabaya,
"Karena jika tidak, maka gunung sampah akan semakin meluas, tinggi dan juga membahayakan keselamatan, kesehatan. PSEL diperuntukkan bagi wilayah dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari," jelasnya.
Baca juga: Menteri LH: Jakarta dan Bandung belum siapkan diri untuk PSEL
Sebelumnya, pemerintah akan membantun PSEL di sejumlah aglomerasi untuk mengatasi timbulan sampah secara nasional. Salah satunya PSEL akan dibangun di aglomerasi Surabaya Raya termasuk wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Lamongan.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (26/1), Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menyebut empat wilayah aglomerasi telah melakukan proses lelang dan diperkirakan siap melakukan peletakan batu pertama memulai pembangunan PSEL pada Maret.
Dengan empat wilayah yang sudah menjalani proses lelang untuk pembangunannya yaitu Denpasar, Yogyakarta, Bogor dan Bekasi.
KLH sebelumnya menyatakan 10 wilayah aglomerasi yang sudah ditetapkan untuk pembangunan PSEL dan dilaporkan oleh KLH kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan yaitu Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Lampung Raya, Surabaya Raya dan Serang Raya.
Baca juga: Menko Pangan targetkan peresmian PSEL Bantar Gebang pada 2027
Baca juga: Menteri LH: Pembangunan PSEL di 4 aglomerasi berpotensi dimulai Maret
Baca juga: Wamen PU: PSEL dapat mengurangi beban timbunan sampah di TPA
"PSEL adalah salah satu alternatif pengelolaan sampah, karena sampah jika tidak dikelola akan jadi masalah, PSEL di TPA Benowo merupakan langkah bagaimana mengatasi timbulan sampah yang cukup besar. PSEL lah yang menjadi pilihan," kata Kepala Bidang Wilayah III Pusdal LH Jawa KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Gatut Panggah Prasetyo di Surabaya, Minggu.
TPA Benowo sendiri merupakan salah satu TPA yang sebelumnya sudah membangun PSEL sebagai yang pertama dibangun di Indonesia dan diresmikan pada 2021.
Dia menyebut upaya pengurangan sampah dengan fasilitas PSEL seperti merupakan upaya penting yang perlu dilakukan mengingat tumpukan sampah yang masuk ke lokasi tersebut. Diperkirakan lokasi TPA Benowo menerima sekitar 1.500 ton sampah per harinya dari seluruh Surabaya,
"Karena jika tidak, maka gunung sampah akan semakin meluas, tinggi dan juga membahayakan keselamatan, kesehatan. PSEL diperuntukkan bagi wilayah dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari," jelasnya.
Baca juga: Menteri LH: Jakarta dan Bandung belum siapkan diri untuk PSEL
Sebelumnya, pemerintah akan membantun PSEL di sejumlah aglomerasi untuk mengatasi timbulan sampah secara nasional. Salah satunya PSEL akan dibangun di aglomerasi Surabaya Raya termasuk wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Lamongan.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (26/1), Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menyebut empat wilayah aglomerasi telah melakukan proses lelang dan diperkirakan siap melakukan peletakan batu pertama memulai pembangunan PSEL pada Maret.
Dengan empat wilayah yang sudah menjalani proses lelang untuk pembangunannya yaitu Denpasar, Yogyakarta, Bogor dan Bekasi.
KLH sebelumnya menyatakan 10 wilayah aglomerasi yang sudah ditetapkan untuk pembangunan PSEL dan dilaporkan oleh KLH kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan yaitu Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Lampung Raya, Surabaya Raya dan Serang Raya.
Baca juga: Menko Pangan targetkan peresmian PSEL Bantar Gebang pada 2027
Baca juga: Menteri LH: Pembangunan PSEL di 4 aglomerasi berpotensi dimulai Maret
Baca juga: Wamen PU: PSEL dapat mengurangi beban timbunan sampah di TPA



