Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Presiden Prabowo Subianto berencana mengganti jajaran direksi bank-bank Himbara yang dianggap merugikan negara. Tujuannya adalah agar bank-bank pelat merah dapat bekerja lebih efektif demi memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
"Bank Himbara itu lebih menguntungkan pengusaha besar daripada pengusaha kecil untuk dikasih kredit. Oleh karena itu, Presiden (Prabowo) akan memutuskan ganti semua direksi bank Himbara," kata Sjafrie kepada wartawan di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1).
Himbara adalah singkatan dari Himpunan Bank Milik Negara. Bank-bank yang masuk dalam kelompok ini yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Sjafrie menuturkan, sejauh ini banyak bank negara maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya yang dinilai kurang mendulang keuntungan bagi negara.
Hal tersebut, menurut Sjafrie, bisa terjadi lantaran banyak jajaran direksi perusahaan yang tidak bekerja dengan maksimal, bahkan cenderung menguntungkan diri sendiri.
Karenanya, kata Sjafrie, pemerintah akan memilih para direksi bank negara dan BUMN lainnya dengan cara seleksi ketat, mempertimbangkan kemampuan intelektual dan pengalaman. Jabatan direksi akan diisi dengan sosok-sosok yang memang mempunyai kemampuan intelektual, kemampuan praktisi, dan cinta Tanah Air.
"Kita tidak lagi mengambil mereka yang sudah lama bercokol di BUMN," ujar dia.
Setelah memberikan sambutan, Sjafrie kembali menegaskan niat pemerintah mencari generasi baru direksi BUMN saat ditanya awak media dalam jumpa pers.
"Pemerintah mencari generasi generasi muda yang militan, kapabel, dan kredibel untuk kita beri tugas dan tanggung jawab untuk mengendalikan perahu perjuangan ekonomi kita," tuturnya.
Kendati demikian, Sjafrie tidak menjelaskan secara terperinci skema seleksi tersebut.
Sementara itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyebutkan sejauh ini tidak ada pembicaraan terkait pergantian jajaran direksi di bank-bank anggota Himbara. "Kami di Danantara, sebagai pemegang saham di seluruh bank Himbara, sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu (pergantian direksi)," ujar CEO Danantara, Rosan P Roeslani, di Jakarta, Sabtu (31/1).
Menurut Rosan, Danantara akan selalu berkonsultasi apabila memang diperlukan adanya perbaikan.
Istilah Himbara digunakan sejak era Menteri BUMN Rini Soemarno yang menjabat pada 2014-2019. Peran Himbara antara lain menggerakkan pertumbuhan perekonomian nasional.
Himbara kini juga menjadi sebuah jaringan yang berfungsi sebagai fasilitas program penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat, seperti penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan pinjaman Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM.



