Akhir riwayat randu alas raksasa berusia 250 tahun di Tuksongo, Borobudur, Magelang, telah diputuskan. Pohon itu akan ditebang besok.
Pada Senin (26/1/2026) lalu, Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar pertemuan untuk menindaklanjuti hasil kajian Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta perihal randu alas raksasa ikon Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur.
Pertemuan di Balkondes Tuksongo itu dihadiri Forkompincam, BPBD, DLH, DPUPR, Disparpora, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Pemdes Tuksongo, serta tokoh masyarakat setempat.
"Pak Kades masih gamang ketika mau memutuskan sehingga hari ini final bahwa akan dilakukan pemangkasan dengan catatan sebagian itu nanti akan dijadikan monumen," kata Kepala Pelaksana BPBD Magelang, Edi Wasono, dilansir detikJateng, Senin (26/1).
Pilihan mempertahankan sebagian pohon tersebut untuk dijadikan monumen itu diputuskan secara musyawarah.
Sementara itu, rencana penebangan akan dilakukan besok. Pohon ini akan ditebang oleh tim DLH, relawan, hingga dari pihak tim Kades.
"Hari Senin (2/2), insyaallah kami dari DPU, DLH, dari relawan, Tim Pak Kades, dan masyarakat Tuksongo rencananya akan memotong itu (randu alas)," kata Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Kearifan Lokal Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Magelang, Joni Budi Hermanto, Sabtu (31/1).
Baca berita selengkapnya di sini dan di sini.
(rdp/imk)





