Harga minyak sawit mentah (CPO) melanjutkan pelemahan pada Jumat (30/1/2026), mengakhiri reli empat hari beruntun.
IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) melanjutkan pelemahan pada Jumat (30/1/2026), mengakhiri reli empat hari beruntun. Tekanan datang dari aksi ambil untung menjelang akhir pekan serta penurunan harga di bursa Dalian dan Chicago.
Meski melemah secara harian, harga CPO masih membukukan kenaikan mingguan untuk pekan keempat berturut-turut.
Kontrak acuan CPO pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 2,06 persen ke level 4.229 ringgit Malaysia per metrik ton.
Secara mingguan, kontrak tersebut masih mencatatkan kenaikan 1,32 persen.
“Pergerakan hari ini dipicu aksi ambil untung menjelang akhir pekan, sekaligus mengikuti pelemahan harga minyak kedelai di Dalian dan Chicago setelah reli sebelumnya,” ujar seorang trader berbasis di Kuala Lumpur, dikutip Reuters.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 1,2 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 1,11 persen. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade terkoreksi 0,8 persen.
Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing, mengingat komoditas ini bersaing ketat di pasar minyak nabati global.
Penurunan harga, bagaimanapun, tertahan oleh melemahnya ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, yang turun 0,25 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat harga lebih murah bagi pembeli dengan mata uang asing.
Sementara itu, harga minyak mentah turun lebih dari 1 persen pada Jumat dari level tertinggi berbulan-bulan.
Meski begitu, harga masih diperkirakan mencatatkan kenaikan tahunan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya premi risiko akibat potensi serangan Amerika Serikat terhadap Iran yang dapat mengganggu pasokan.
Pelemahan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)





