Habiburokhman: Narasi Polri di Bawah Kementerian Lemahkan Presiden Prabowo

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan narasi mengenai posisi Polri di bawah kementerian sengaja dibuat untuk melemahkan Presiden Prabowo Subianto. Habiburokhman menilai narasi itu dibuat oleh pihak yang pernah berseberangan dengan Prabowo.

"Bisa jadi narasi Polri di bawah kementerian merupakan narasi yang sengaja dibuat untuk melemahkan Presiden Prabowo dan juga negara Indonesia," kata Habiburokhman dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Baca juga: Habiburokhman: Saya Bersaksi Kapolri Listyo Sigit 100% Loyal kepada Presiden Prabowo

Menurut Habiburokhman, jika Polri tidak dikendalikan langsung oleh Presiden, maka kekuatan presiden akan berkurang. Selain itu, kata dia, rantai komandoakan jadi lebih panjang.

"Kalau Polri tidak dikendalikan langsung oleh Presiden, maka kekuasaan Presiden menjadi berkurang signifikan dan rantai komando menjadi jauh lebih panjang. Akan lebih sulit bagi Presiden Prabowo menyampaikan arah kebijakan kepolisian," ucap dia.

"Tak heran kalau narasi Polri di bawah kementerian bukan dihembuskan oleh para pendukung Presiden Prabowo yang tulus ingin mensukseskan pemerintahan Presiden Prabowo, tetapi oleh mereka yang selama ini atau setidaknya pernah berseberangan dengan Presiden Prabowo. Narasi tersebut juga ahistoris dan sesat," imbuhnya.

Habiburokhman mengatakan posisi Polri di bahwa presiden saat ini adalah amanat dari reformasi. Dia menyebut ketetapan mengenai posisi Polri tersebut juga sebagai koreksi terhadap praktik di masa lalu.

"Dikatakan ahistoris karena justru posisi Polri di bawah Presiden seperti saat ini merupakan komitmen reformasi yang secara persis tertuang di Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 dan TAP MPR Nomor VII/MPR/2000. Hal ini merupakan hasil rumusan para pemimpin kita di awal era reformasi sebagai bentuk koreksi terhadap praktik di masa sebelumnya di mana Polri berstatus sekedar aparatus represif kekuasaan," kata dia.

Habiburokhman mengatakan narasi Polri di bahwa kementerian itu sesat dan tidak relevan dengan solusi yang ditawarkan oleh pembuat narasi.

"Dikatakan narasi sesat karena tidak ada relevansi antara hal-ihwal yang dipersoalkan dengan solusi yang ditawarkan. Yang banyak dipersoalkan adalah kultur oknum yang kerap melakukan pelanggaran, tapi solusi yang ditawarkan adalah reposisi menjadi di bawah kementerian," ucap dia.

Baca juga: Kapolri Tekankan Doktrin To Serve and To Protect Jadi Pedoman Seluruh Jajaran




(lir/imk)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BTN Expo 2026 Resmi Ditutup, BTN Housingpreneur 2025 Lahirkan Inovator Muda dan Solusi Sektor Perumahan
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Ada 64.000 Unit Mobil Suzuki Terjual Sepanjang 2025
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
PBB Alami Krisis Keuangan, Banyak Negara Menunggak Iuran
• 52 menit laluidxchannel.com
thumb
Film Fast And Furious Ditayangkan 17 Maret 2028, Vin Diesel Sebut Warisan Abadi
• 16 jam lalugenpi.co
thumb
Rajut Harmoni, Wagub NTT Minta Maaf kepada Masyarakat Bali 
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.