SURABAYA — Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya menghadirkan program berbuka puasa dengan pendekatan kuliner tematik bertajuk Treasure From The Asian Seas. Program ini digelar di Palazzo Restaurant dan menitikberatkan pada sajian seafood khas Asia sebagai menu utama berbuka.
Konsep yang diusung menampilkan live seafood station, di mana tamu dapat memilih hidangan laut segar yang dimasak langsung dengan berbagai pilihan saus bercita rasa Asia. Pendekatan ini memberikan pengalaman berbuka puasa yang lebih personal sekaligus menekankan kualitas bahan dan proses pengolahan.
General Manager Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya, Ari Perdana, mengatakan bahwa program Ramadan tahun ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan pengalaman berbuka puasa yang lebih dari sekadar variasi menu.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya berfokus pada ragam hidangan, tetapi juga pada kualitas rasa, kesegaran bahan, serta interaksi langsung antara tamu dan dapur melalui konsep live cooking,” ujarnya.
Selain sajian kuliner, program Ramadan di hotel bintang empat yang berlokasi di pusat Kota Surabaya ini juga dilengkapi dengan hiburan musik serta aktivitas menjelang waktu berbuka. Menurut pihak manajemen, elemen tersebut dihadirkan untuk menciptakan suasana kebersamaan yang tetap selaras dengan nuansa Ramadan.
Respons pengunjung pun beragam. Liris, salah satu tamu Palazzo Restaurant, menilai konsep berbuka puasa dengan menu seafood memberikan alternatif menarik di tengah dominasi hidangan Ramadan yang cenderung seragam.
“Pilihan seafood-nya segar, bisa memilih saus sesuai selera, suasananya juga nyaman. Cocok untuk berbuka bersama keluarga maupun rekan kerja,” katanya.
Program berbuka puasa Ramadan di Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya dijadwalkan berlangsung mulai akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026. Kehadiran konsep kuliner tematik ini mencerminkan upaya industri perhotelan untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang relevan dengan selera masyarakat urban, tanpa meninggalkan esensi kebersamaan Ramadan.



