SIAK, iNews.id – Insiden mengerikan mewarnai kegiatan edukasi sejarah di Kabupaten Siak, Riau. Lantai dua bangunan cagar budaya Tangsi Belanda runtuh saat tengah dikunjungi rombongan siswa sekolah dasar (SD). Kejadian itu mengakibatkan belasan pelajar SD terjatuh ke lantai dasar dan mengalami luka-luka.
Peristiwa ini terjadi saat rombongan dari SD Islam Terpadu (SDIT) Baitul Ridho, Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, sedang mengeksplorasi bangunan bersejarah peninggalan kolonial tersebut.
Mereka didampingi guru pendamping berada di lantai dua bangunan untuk melihat silsilah sejarah tangsi tersebut. Tanpa diduga, lantai yang berbahan papan kayu ambruk diduga karena tidak mampu menahan beban.
Para siswa dan guru pun langsung terjun bebas dari ketinggian sekitar empat meter ke lantai dasar bangunan yang keras.
Akibat jatuhnya material dan benturan, belasan siswa dilaporkan mengalami luka-luka yang cukup serius. Seluruh korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat menggunakan ambulans dan kendaraan warga.
Beberapa siswa yang mengalami cedera lebih berat terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siak untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan dan rontgen.
Pasca-kejadian, pihak berwenang langsung mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara akses ke situs cagar budaya Tangsi Belanda bagi wisatawan maupun kegiatan umum lainnya.
Garis polisi telah dipasang di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan tim dari Dinas Kebudayaan setempat. Penutupan ini dilakukan untuk mengaudit kelaikan bangunan guna mencegah jatuhnya korban jiwa di masa depan.
Tangsi Belanda selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Siak yang sering menjadi tujuan studi tour pelajar dari berbagai daerah di Riau.
Original Article

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489401/original/039641500_1769852535-fb5de7df-8315-4edd-802d-b140ccbf7915.jpeg)

