Sleman: PSS Sleman ditahan imbang 0-0 oleh Barito Putera pada akhir putaran kedua Championship League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu malam, 31 Januari 2026. Meski peluang ke Super League masih terbuka, PSS Sleman harus menghadapi laga-laga berat di putaran ketiga.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengaku kecewa dengan hasil imbang ini. Ia menyesalkan posisi timnya yang tetap berada di peringkat 3, tepat di bawah Barito Putera.
"Secara hasil ini mengecewakan, tapi saya apresiasi seluruh pemain sudah berjuang khususnya babak kedua sudah bermain sesuai strategi namun gak bisa cetak gol," kata Ansyari usai laga, dikutip Minggu, 1 Februari 2026.
Baca Juga :
Fakta-Fakta di Balik Kemenangan PSS Sleman Atas PersijaBarito sejauh ini menjadi tim paling sedikit kebobolan. Hingga pekan 18, Barito hanya kebobolan enam gol.
Ansyari menyadari hal tersebut. Ia mengaku akan mengevaluasi timnya karena Barito akan menjadi salah satu lawan di putaran ketiga.
"Hasil ini jadi bahan evaluasi untuk cari solusinya. Kami masih ada putaran ketiga," kata dia.
Sejumlah tim kuat masih menanti PSS Sleman pada putaran ketiga. Tiga di antaranya adalah Persela Lamongan (tandang), Persipura Jayapura (kandang), dan Barito Putera (tandang).
"Ini bukan akhir, ada putaran ketiga, ada sembilan match. Kami akan maksimalkan kekuatan pemain baru yang sudah mulai menjadi pembeda saat diturunkan," kata dia.
Jalannya laga PSS Sleman melawan Barito Putera di Stadion Maguwoharjo Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu malam, 31 Januari 2026. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Pelatih Barito Putera, Stefano Cugurra alias Teco mengatakan salah satu kunci timnya meraih poin yakni mematikan dua sayap PSS, yakni Riko Simanjuntak dan Terens Puhiri. Teco tahu betul kekuatan dan kemampuan Riko dan Terens karena pernah menjadi anak asuhnya saat di Persija Jakarta dan Borneo FC.
"Kami akan terus berbenah. Putaran ketiga mudah-mudahan harus lebih bagus," ujar eks pelatih Bali United ini.



