Raksasa otomotif Amerika Serikat (AS) Ford dikabarkan menjajaki kerja sama produksi mobil listrik dengan perusahaan teknologi Xiaomi asal China.
IDXChannel - Raksasa otomotif Amerika Serikat (AS) Ford dikabarkan menjajaki kerja sama produksi mobil listrik dengan perusahaan teknologi Xiaomi asal China.
Dilansir dari The Financial Times pada Minggu (1/2/2026), sejumlah sumber mengatakan bahwa Ford dan Xiaomi menjajaki pembentukan usaha patungan untuk memproduksi kendaraan listrik (EV) di AS.
Washington selama ini menghambat akses bagi produk EV China di AS, dengan alasan melindungi industri lokal.
Awal pekan ini, Partai Republik mengirimkan surat kepada CEO Ford Jim Farley. Surat itu menanyakan tentang rencana kerja sama Ford dengan produsen mobil China lainnya, BYD, dan memperingatkan tentang potensi risiko.
“China telah menunjukkan dalam beberapa bulan terakhir bahwa mereka akan mempersenjatai rantai pasokan otomotif. Ini adalah kerentanan serius dan hanya akan semakin buruk jika Ford menjalin kemitraan baru dengan BYD,” kata anggota Kongres asal Partai Republik, John Moolenaar, dalam surat itu.
Moolenaar juga menyampaikan kekhawatiran tentang rencana produsen mobil tersebut untuk membangun pusat data senilai USD3 miliar yang memproduksi baterai dengan teknologi dari perusahaan China, CATL.
Produsen mobil Amerika Utara telah mengurangi investasi di sektor EV, setelah kesulitan untuk bersaing dengan rival asal China dan kehilangan insentif pajak. (Wahyu Dwi Anggoro)





