Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait Virus Nipah.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengatakan mereka akan mengambil langkah-langkah selanjutnya, jika Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan peringatan terkait virus yang sudah terlebih dahulu menyebar di India ini.
"Kalau dari kemenkes sudah mengeluarkan peringatan tertentu kepada kami, nanti kita ambil langkah-langkah selanjutnya," ujar Ni Luh, seperti dikutip dari Antara.
"Kami tak ingin salah mengambil langkah dalam menyikapi kemunculan Virus Nipah di luar negeri," tambahnya.
Saat ini, area rentan penyebaran Virus Nipah, seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai telah dipasang thermal scanner untuk memeriksa suhu wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali.
Namun, hal tersebut merupakan langkah-langkah yang dilakukan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan di bawah Kemenkes.
"Itu dari Kemenkes sudah mengambil langkah-langkah, ya. Ada pemeriksaan suhu dan lain sebagainya," ujar Ni Luh.
Meskipun demikian, Ni Luh mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi aktif dengan Kemenkes untuk mengetahui setiap pembaharuan informasi tingkat kerawanan penyebaran virus Nipah.
"Selama belum ada arahan dari sektor kesehatan, Kemenpar tidak melakukan pembatasan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara," katanya.
Di samping itu, belum ada laporan pula soal wisman yang berkunjung ke Indonesia, terutama Bali, sejak beredarnya informasi kemunculan Virus Nipah di India.
"Nanti kita komunikasi dengan Kemenkes, tapi saat ini belum sih, belum ada pembatalan," tutur Ni Luh.
Sementara itu, berdasarkan data Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar, sepanjang Januari 2026, jumlah kunjungan dari rute India stabil di angka 500-600 orang per hari atau total 19.635 kunjungan hingga 28 Januari 2026.



