Kementerian LH Nilai PSEL Solusi Atasi Timbunan Sampah di TPA Benowo

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menilai Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi strategis untuk mengatasi timbulan sampah yang terus meningkat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya.

Gatut Panggah Prasetyo Kepala Bidang Wilayah III Pusdal Lingkungan Hidup Jawa KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyebut PSEL menjadi alternatif pengelolaan sampah yang relevan di tengah persoalan penumpukan sampah di kawasan perkotaan.

“PSEL adalah salah satu alternatif pengelolaan sampah. Jika sampah tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi masalah. PSEL di TPA Benowo merupakan langkah untuk mengatasi timbulan sampah yang cukup besar,” ujar Gatut dilansir dari Antara, Minggu (1/2/2026).

TPA Benowo tercatat sebagai lokasi PSEL pertama di Indonesia yang telah dibangun dan diresmikan pada 2021. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai krusial mengingat volume sampah yang masuk ke TPA Benowo mencapai sekitar 1.500 ton per hari dari seluruh wilayah Surabaya.

“Jika tidak dilakukan pengurangan, gunungan sampah akan semakin meluas, bertambah tinggi, dan berpotensi membahayakan keselamatan serta kesehatan masyarakat. PSEL memang diperuntukkan bagi wilayah dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari,” jelasnya.

Selain Surabaya, pemerintah juga berencana membangun PSEL di sejumlah wilayah aglomerasi sebagai upaya penanganan sampah secara nasional. Salah satu kawasan prioritas adalah Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Senin (26/1/2026), Hanif Faisol Nurofiq Menteri Lingkungan Hidup mengungkapkan bahwa empat wilayah aglomerasi telah menyelesaikan proses lelang dan diperkirakan siap memulai pembangunan PSEL dengan peletakan batu pertama pada Maret 2026.

Empat wilayah tersebut adalah Denpasar, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi. Secara keseluruhan, KLH telah menetapkan 10 wilayah aglomerasi prioritas pembangunan PSEL yang dilaporkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Kesepuluh wilayah itu meliputi Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Lampung Raya, Surabaya Raya, dan Serang Raya.

Pembangunan PSEL diharapkan menjadi solusi berkelanjutan untuk mengurangi beban TPA, sekaligus mendukung pemanfaatan sampah sebagai sumber energi ramah lingkungan. (ant/saf/iss)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mahasiswi Psikologi Esa Unggul Raih Prestasi Internasional Lewat Inovasi Berbasis SDGs
• 19 jam laludisway.id
thumb
4 Pejabat OJK Mundur, Friderica Ungkap Strategi Besar Selamatkan Pasar Modal
• 8 jam laludisway.id
thumb
GP Ansor Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan di Batang, Dukung Astacita dan Kemandirian Kader
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Menteri Ekonomi Prabowo Merapat ke Wisma Danantara, Bahas Calon Dirut Baru BEI
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Maluku Sita 700 Liter Miras Ilegal Jenis Sopi dalam Operasi Pekat Salawaku 2026
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.