Kasal Ungkap Pemerintah Lebanon Beri Penghargaan Terhadap Peran Kontingen Garuda di Misi MTF

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali secara resmi memimpin upacara penyambutan kepulangan KRI Sultan Iskandar Muda 367 (KRI SIM-367) di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara. Kapal perang tersebut baru saja menuntaskan penugasan panjang dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
KRI SIM-367 tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL di Lebanon. Kehadiran kapal ini di Jakarta menandai selesainya mandat operasi yang telah dijalankan dengan prestasi membanggakan di kancah internasional.

Pada kesempata tersebut, Kasal mengungkapkan bahwa penugasan yang dilakukan satgas tersebut berlangsung selama 14 bulan dan telah sukses membantu melaksanakan perdamaian maritim di kawasan sekitar Lebanon.

"Baru saja kita melaksanakan upacara penyambutan KRI Sultan Iskandar Muda 367 yang baru selesai melaksanakan misi perdamaian PBB Kontingen Garuda ke 28 Dari mulai tahun 2025 sampai 2026 ini. KRI Sultan Iskandar Muda ini bertugas selama 14 bulan atau 1 tahun lebih 2 bulan melaksanakan misi perdamaian maritim. Menjaga perairan di Mediterranian dan di sekitar Lebanon dan dalam melaksanakan tugas berjalan aman, lancar,” ungkap Kasal Muhammad Ali.

Laksamana Muhammad Ali juga memastikan seluruh personel yang terlibat dalam kondisi prima dan alutsista tetap dalam keadaan laik operasi.

"Alhamdulillah sampai dengan kembali ke pangkalan pun dalam keadaan aman. Seluruh material, personil dalam kondisi baik. Seluruh prajurit sehat semua dan mereka telah menjalankan tugas dengan baik. Misi-misi yang ditugaskan oleh PBB bisa dijalankan dengan baik dan mendapat penghargaan dari berbagai negara yang terlibat. Di sana terlibat juga ada beberapa negara yang di MTF yaitu ada Jerman dan Bangladesh. Kemudian dari pemerintah Lebanon juga sangat apresiasi terhadap kinerja yang dilaksanakan oleh KRI Sultan Iskandar Muda selama bertugas di misi MTF di Kontingen Garuda di Lebanon,” jelasnya.

Secara khusus, Kasal menyoroti peran penting kekuatan udara dan pasukan khusus TNI AL yang turut menyukseskan misi ini.

"Seluruh prajurit saat ini dalam kondisi yang sehat jumlah dari prajurit 119 orang ya itu termasuk ada pasukan khususnya yang kita libatkan di sana di dalamnya adalah pasukan katak dan penyelam dari TNI Angkatan Laut. Helikopter juga bertugas dengan baik dan bahkan helikopter kita juga digunakan oleh unsur-unsur Lebanon pemerintah Lebanon maupun angkatan laut lainnya yang bersama-sama bertugas di dalam MTF karena hanya kapal kita yang membawa helikopter di misi MTF ini,” paparnya.

lebih jauh, Kasal turut mengungkapkan terkait rute perjalanan dan tugas spesifik selama operasi, yang dimana perjalanan dimulai dari waktu berangkat dari Surabaya kemudian Jakarta kemudian mampir di Kolombo, Sri Lanka, Salalah, Oman kemudian ke Mesir, kemudian ke Beirut. 

“Kemudian menjaga perdamaian, menjaga kemungkinan masuknya senjata dari negara-negara lain atau bahan-bahan terlarang ke dalam Lebanon maupun ke tempat-tempat sekitarnya dan itu bisa dijalankan dengan baik bersama dengan beberapa angkatan laut negara lain yang terlibat di MTF ini. Kemudian kembalinya juga sama ke Ke Jeddah untuk melaksanakan umroh. Kita kasih kesempatan untuk prajurit melaksanakan umroh kemudian Salalah, Oman, Kolombo, kemudian Belawan dan langsung ke Jakarta. Nanti mereka kembali ke Surabaya karena basisnya adalah di Surabaya,” ucap Kasal.

Mengenai kelanjutan pengiriman satgas maritim ke Lebanon, Kasal mengungkapkan bahwa misi ini merupakan penugasan terakhir. pasalnya ia mengungkapkan bahwa PBB tidak melanjutkan Misi MTF sehingga tidak ada lagi pengiriman pasukan dalam misi Maritime Task Force untuk UNIFIL.

Lebih lanjut, Kasal menjelaskan bahwa selama penugasan, KRI SIM-367 lebih banyak berfokus pada pembangunan kapasitas melalui kerja sama antar angkatan laut.

"Mungkin lebih banyak ke misi kerjasama antar angkatan laut. Dengan angkatan laut Lebanon kita saling melaksanakan pelatihan. Mereka membangun kapasitas building, melaksanakan latihan, mereka kita latih dan saling tukar-menukar pengalaman dalam bertugas. Dengan pelaksanaan Lebanon, dengan angkatan laut Bangladesh juga, dengan Jerman juga. Kebetulan komandan kontingennya dari Jerman,” pungkas Kasal.

Laksamana Muhammad Ali menegaskan bahwa capaian utama dari satgas ini adalah terjaganya stabilitas di wilayah perairan yang menjadi area tanggung jawab mereka. Serta turut bersyukur bahwa meski situasi di kawasan sempat memanas, seluruh kru dapat menjalankan tugas dengan profesionalitas tinggi tanpa kendala berarti.

“Yang jelas kita bisa menjaga perdamaian di sekitar, khususnya di Perairan. Di Perairan Mediteranean tidak adanya pelanggaran-pelanggaran dari berbagai pihak dalam melakukan tugas menjaga perdamaian ini. Dan apabila ada sesuatu yang anomali itu kita laporkan langsung kepada PBB. Hampir tidak ada kendala. Ya intinya situasi sempat memanas di sana tapi Alhamdulillah para awak KRI Sultan Iskandar Muda ini bisa menjaga, melaporkan apa-apa yang terjadi di kawasan, tapi di lautnya tidak ada,” tandasnya.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hakim AS Perintahkan Pembebasan Balita dari Tahanan Imigrasi
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Sungai Tamiang
• 51 menit lalutvrinews.com
thumb
Hasil Leeds Uniteds vs Arsenal 0-4, Gol Bunuh Diri Karl Darlow Untungkan The Gunners
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Pleno PBNU Tegaskan Gus Ipul Tetap Menjabat sebagai Sekjen PBNU
• 8 jam laludetik.com
thumb
3 Ruang Kelas SMPN 15 Cilegon Ambruk Tertimpa Longsor
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.