Hakim AS Perintahkan Pembebasan Balita dari Tahanan Imigrasi

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Texas. AS

Penahanan Berdasarkan Kuota Deportasi Dikritik Tajam sebagai Tindakan Inkompeten.

Seorang hakim federal di Amerika Serikat telah memerintahkan pembebasan segera seorang bocah laki-laki berusia lima tahun beserta ayahnya dari fasilitas penahanan imigrasi di Texas. 

Keputusan ini diambil menyusul kecaman keras terhadap taktik penegakan hukum imigrasi yang dianggap traumatis bagi anak-anak.

Hakim Distrik AS, Fred Biery, dalam putusannya pada hari Sabtu 31 Januari 2026, memberikan tenggat waktu hingga Selasa 3 Februari 2026 bagi otoritas terkait untuk membebaskan Liam Conejo Ramos dan ayahnya, Adrian Conejo Arias. 

Keduanya telah ditahan oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) sejak akhir Januari lalu.

Dalam dokumen putusan yang sangat kritis, Hakim Biery menyatakan bahwa kasus ini berakar pada pengejaran kuota deportasi harian oleh pemerintah yang dinilai "salah konsep dan diimplementasikan secara tidak kompeten."

"Kasus ini bermula dari pengejaran pemerintah terhadap kuota deportasi harian yang salah konsep dan diimplementasikan secara tidak kompeten, yang tampaknya tetap dilakukan meskipun harus menimbulkan trauma pada anak-anak," tulis Hakim Biery dalam putusannya.

Kronologi dan Kontroversi Penahanan

Liam dan ayahnya, yang berasal dari Ekuador, ditahan di pinggiran kota Minneapolis pada 20 Januari sebelum dipindahkan ke fasilitas penahanan di Dilley, Texas. 

Penangkapan tersebut memicu kemarahan publik setelah muncul laporan bahwa petugas diduga menggunakan Liam sebagai "umpan" agar ibunya keluar dari rumah sebuah klaim yang dibantah keras oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) sebagai "kebohongan mutlak."

Pemerintah AS menyatakan bahwa Arias memasuki negara tersebut secara ilegal pada Desember 2024. 

Namun, tim kuasa hukum keluarga menegaskan bahwa ia memiliki klaim suaka yang sedang diproses, yang secara hukum mengizinkannya untuk tetap berada di Amerika Serikat.

Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah

Kritik Hakim Biery tidak berhenti pada prosedur teknis. Ia bahkan menyitir nilai-nilai dasar Amerika Serikat dengan merujuk pada Deklarasi Kemerdekaan, menyiratkan bahwa tindakan pemerintah saat ini justru menggemakan keluhan-keluhan historis terhadap tirani.

"Tampak jelas adanya ketidaktahuan pemerintah terhadap dokumen sejarah Amerika yang disebut Deklarasi Kemerdekaan," tambah Biery.

Kondisi di pusat penahanan keluarga di Texas juga terus menjadi sorotan. Fasilitas yang menampung sekitar 1.100 orang tersebut dilaporkan memiliki kondisi yang buruk, termasuk masalah kualitas makanan dan layanan medis yang tidak memadai. 

Perwakilan Joaquin Castro, yang mengunjungi fasilitas tersebut pekan ini, melaporkan bahwa Liam terlihat lemah dan kehilangan nafsu makan selama dalam tahanan.

Respon Pihak Terkait

Firma Hukum Jennifer Scarborough, yang mewakili keluarga tersebut, menyambut baik keputusan hakim. 

Dalam pernyataan resminya, mereka menyatakan fokus saat ini adalah memastikan reuni keluarga yang aman dan tepat waktu.

"Kami merasa lega karena keluarga ini sekarang dapat fokus untuk bersama kembali dan menemukan ketenangan setelah cobaan traumatis ini," ungkap pihak firma hukum.

Hingga berita ini diturunkan, Departemen Kehakiman (DOJ) dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) belum memberikan komentar resmi terkait perintah pembebasan tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang tantangan hukum yang dihadapi ICE di bawah kebijakan imigrasi saat ini, di mana beberapa hakim federal lainnya mulai menunjukkan sikap tegas terhadap pelanggaran perintah pengadilan yang dilakukan oleh agensi tersebut.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gula Alami dan Gula Tambahan, Apa Bedanya?
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Tawuran Remaja di Jakarta Barat Berujung Maut: 1 Tewas, 10 Orang Ditangkap | BERUT
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa Hari Ini M 4,5 Guncang Kuta Selatan Bali, Pusat Getaran di Laut
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Cari Happy Jangan Asal Coba, Dinar Candy Ingatkan Anak Muda
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Huawei Nova 14 Pro Harga Rp8,5 Juta Diklaim Harga Lebih Murah Tapi Fitur Jempolan
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.