jpnn.com - JAKARTA - Warga Kampung Adidaya PIK2 mulai merasakan dampak ekonomi dari pemanfaatan enceng gondok sebagai pupuk organik.
Aktivitas pengolahan tanaman air yang dilakukan warga melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kali Cabang, itu kini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi penyerapan tenaga kerja lokal.
BACA JUGA: 4.500 Buddhis Akan Berdoa Bersama di NICE PIK2, Dihadiri 3 Pemimpin Sakya Dunia
Ketua KSM Kali Cabang Samsudin mengatakan bahwa dukungan CSR PIK2 memungkinkan warga mengelola pupuk secara lebih terstruktur.
Bantuan mesin penggiling dimanfaatkan untuk mengolah berbagai bahan organik, mulai dari rumput hingga eceng gondok yang diangkat dari saluran air.
BACA JUGA: CSR PIK 2 Perbaiki Rumah Tak Layak Huni, Warga Tanjung Pasir Bersyukur
“Yang sekarang sedang kami kelola adalah pembuatan pupuk. Mesin ini digunakan untuk menggiling kacang bonok atau rumput, dan bisa juga untuk bahan lain,” kata Samsudin.
Dia menjelaskan sebelumnya kegiatan pengolahan dilakukan secara terbatas karena keterbatasan alat dan sumber daya manusia.
BACA JUGA: Elnusa Petrofin Laksanakan 1.010 Kegiatan CSR Melayani Masyarakat Sepanjang 2025
Namun, setelah program berjalan, kebutuhan tenaga kerja meningkat seiring bertambahnya volume produksi pupuk.
“Yang tadinya mungkin saya hanya mempekerjakan satu atau dua orang, dengan adanya ini sekarang sudah empat orang,” ujarnya.
Eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma perairan justru menjadi bahan baku utama.
Tanaman ini diolah melalui proses pencacahan dan pengomposan sehingga dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik untuk media tanam.
Selain membantu mengurangi pertumbuhan eceng gondok di sungai, pengolahan tersebut dinilai mendorong ekonomi sirkular di tingkat kampung.
Limbah lingkungan diolah menjadi produk bernilai, sementara warga memperoleh tambahan penghasilan.
“Alhamdulillah, ini juga bisa mendukung penyerapan tenaga kerja di lingkungan sekitar,” kata Samsudin.
Ke depan, KSM Kali Cabang menargetkan penguatan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan pupuk dan kegiatan tanam yang berkelanjutan di Kampung Adidaya PIK2. (jpnn)
Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : JPNN.com


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2023%2F02%2F01%2F27426384-82f2-4699-937c-1447524bf26a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489447/original/001588800_1769867033-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_20.42.04.jpeg)