Perum Bulog telah menyiapkan pasokan beras untuk diekspor ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia. Pada tahap awal, Bulog tengah menyiapkan sebanyak 3.900 ton untuk diekspor ke sana.
Direktur Pemasaran Bulog Febby Novita mengatakan saat ini Bulog telah mengirim contoh beras ke Arab Saudi untuk proses ekspor ini.
Beras contoh atau sample tersebut telah disetujui dan telah ada kesepakatan untuk mengirim beras ke negara yang dipimpin oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud tersebut.
“Jadi kita sudah rapat dengan Kantor Urusan Haji gitu ya, kita sedang sudah mengirimkan contoh dan alhamdulillah sudah ada kabar gitu nanti untuk jemaah haji itu rencananya akan dikirim dari Indonesia. Katanya sih awal tuh sekitar 3.900 sampai 4.000 ton,” kata Febby di Jakarta Barat, Minggu (1/2).
Bulog juga tengah mengecek ketersediaan gudang di negara tersebut, untuk memastikan beras yang dikirim dari Indonesia bisa tersimpan dengan baik. Terlebih Bulog siap mengirim beras dalam jumlah banyak jika penyimpanannya tersedia dengan baik.
“Sebenarnya berapa pun kita siapkan gitu ya, siapkan. Tapi kan memang kita masih mengatur ketersediaan gudang di sana gitu ya,” jelasnya.
Febby menjelaskan rencana ekspor beras untuk keperluan haji ini dilatarbelakangi oleh kemungkinan jemaah haji asal Indonesia akan lebih menyukai beras dari Indonesia, utamanya urusan tekstur.
Meski demikian, menurut Febby ada kemungkinan Bulog juga bekerja sama dengan jasa boga atau katering asal di Arab Saudi untuk jemaah umrah asal Indonesia. Dengan demikian, menurut dia ekspor beras ke Arab Saudi tidak hanya dilakukan saat musim haji saja.
“Untuk nanti kita bisa ekspor ke sana dengan tentunya yang premium tadi. Karena memang preferensi di sana itu preferensi beras premium dan super premium,” jelasnya.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F31%2Fab107af19804206e782219ef22a2beb6-DIV_Penagih_Utang_2026_01_29_152314.jpeg)

