Emiten Farmasi (MDLA) Bidik Kenaikan Penjualan 2026 Lewat Platform Digital

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Emiten farmasi, PT Medela Potential Tbk (MDLA), ekspansi bisnis dengan memperluas distribusi menggunakan platform digital. Melalui anak usahanya, PT Karsa Inti Tuju Askara (KITA), perseroan memperluas jangkauan konsumen, meningkatkan efisiensi pemasaran, dan penjualan pada tahun ini melalui platform GoApotik.

Direktur PT Medela Potentia Tbk, Wimala Widjaja, menyampaikan bahwa platform digital tersebut juga sebagai upaya perseroan untuk mendorong transformasi di sektor kesehatan. Sehingga menurutnya, ekosistem kesehatan Indonesia bisa lebih inklusif.

“Melalui pemanfaatan teknologi, PT Medela Potentia Tbk mendorong terciptanya ekosistem kesehatan Indonesia yang lebih inklusif. Kami mendukung apotek dan pelaku usaha kesehatan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk kesehatan di seluruh Indonesia,” kata Wimala dalam keterangannya, Minggu (1/2).

Dia melanjutkan, masyarakat di beberapa daerah masih mengalami tantangan untuk mendapatkan produk kesehatan. Wimala bilang, platform digital tersebut sebagai salah satu kunci untuk menjawab tantangan tersebut.

Direktur PT KITA, Ruth Retno Dewi, menjelaskan bahwa GoApotik berfokus pada kemudahan akses produk-produk kesehatan bagi masyarakat, mulai dari vitamin, obat-obatan, suplemen, hingga obat herbal. Layanan tersebut akan menjangkau 483 kota di seluruh Indonesia.

“Melalui digitalisasi aktivitas pemasaran, kami memfasilitasi apotek untuk memperluas jangkauan distribusi dan melakukan pengiriman produk ke seluruh Indonesia,” kata Ruth.

Hingga kuartal III 2025, MDLA membukukan pendapatan sebesar Rp 11,1 triliun, tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat meningkat 16,3 persen (yoy) menjadi Rp 294 miliar, sementara gross profit naik 5,6 persen menjadi Rp 1,07 triliun. Peningkatan margin kotor tersebut didorong oleh optimalisasi portofolio produk dan kontribusi positif dari berbagai prinsipal strategis.

Di sisi platform digital, platform digital untuk channel apotek, rumah sakit, Pedagang Besar Farmasi (PBF), Distributor Alat Kesehatan (DAK), dan veterinary (GPOS B2B) mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 10 persen dengan peningkatan cakupan distribusi hingga 22 persen. Sementara GoApotik mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 31 persen, disertai kenaikan jumlah pelanggan 34 persen dan peningkatan transaksi 13 persen.

Berdasarkan laporan Mandiri Sekuritas, pendapatan full year 2025 MDLA diproyeksi sebesar Rp 14,7-14,8 triliun, tumbuh 1-2 persen (yoy), dengan laba bruto sebesar Rp 1,40-1,45 triliun, tumbuh 2-5 persen (yoy). Sementara itu, laba bersih perseroan diproyeksi sebesar Rp 375-385 miliar atau tumbuh 9-12 persen (yoy).

MDLA berkomitmen untuk mendistribusikan 40 persen dari laba full year 2025 sebagai dividen, dan saat ini tidak memiliki intensi untuk mendistribusikan dividen interim. Dengan asumsi laba bersih 2025 sebesar Rp 375-385 miliar, total pembayaran dividen diperkirakan mencapai Rp 150 miliar hingga Rp 154 miliar, yang berarti dividen per saham (DPS) sebesar Rp 10,7-11,0 per saham.

"Kami mengantisipasi MDLA untuk membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar +2 persen yoy dan pertumbuhan PATMI sebesar +8 persen yoy pada full year 2025. Kami memperkirakan segment pharmaceutical untuk tetap menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan pada FY25F," tulis tim riset Mandiri Sekuritas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Top 3 Al Nassr: Lorenzo Pellegrini Pindah ke Al Nassr, Al Kholood Disikat Habis Fariz Najd 0-3, hingga Kronologi Gol ke-961 Ronaldo
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Napoli vs Fiorentina: Napoli Tekuk Fiorentina 2-1
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polisi Buru Satu DPO Kasus Jambret di Sukomanunggal Surabaya
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
12 Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 2 Februari 2026: Angka Hoki Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
TNI hingga Pemkot Turun Tangan Atasi Tumpukan Sampah di Tangsel
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.