Grid.ID - Kabar duka menyelimuti Sulawesi Barat setelah Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga meninggal dunia pada Sabtu, 31 (1/2/2026). Beginilah kronologi meninggalnya Wagub Sulbar Salim S Mengga.
Kepergian Salim S Mengga menjadi pukulan mendalam bagi jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Sulbar. Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis akibat sakit yang dideritanya.
Informasi wafatnya tokoh yang dikenal bersahaja ini dikonfirmasi langsung oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Berikut kronologi meninggalnya Wagub Sulbar yang mengakhiri perjalanan pengabdiannya dalam dunia pemerintahan.
Dirawat di RS Siloam Makassar Sebelum Wafat
Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, kronologi meninggalnya Wagub Sulbar bermula dari kondisi kesehatan Salim S Mengga yang menurun. Dikutip dari Wartakotalive, ia diketahui tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Makassar.
Meski begitu, tidak dirinci secara detail jenis penyakit yang diderita Salim S Mengg. Pihak keluarga dan pemerintah daerah hanya menyebut almarhum meninggal dunia karena sakit.
Pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026, sekitar pukul 06.40 Wita, Salim S Mengga mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit tersebut. Kabar wafatnya langsung menyebar luas dan menjadi perhatian publik, mengingat almarhum masih aktif menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat.
Gubernur Sulbar Terima Kabar dari Keluarga
Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali menerima kabar duka tersebut dari anak Salim S Mengga melalui sambungan telepon. Saat itu, Suhardi Duka sedang berada di Jakarta menjalankan agenda pemerintahan.
Dalam pernyataannya, Suhardi Duka menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok yang ia anggap sebagai senior sekaligus sahabat dalam pemerintahan. Ungkapan belasungkawa itu disampaikan secara terbuka melalui akun resmi Pemerintah Provinsi Sulbar di media sosial.
Dalam unggahan resmi Pemprov Sulbar, Suhardi Duka menyebut Salim S Mengga sebagai sosok teladan yang sangat mencintai rakyat. Ia menilai almarhum sebagai pemimpin yang istikamah dan bekerja dengan ketulusan.
“Selamat jalan kakanda, sahabat sekaligus orang yang kami tuakan. Kami doakan Allah SWT menempatkanmu di tempat yang mulia,” ujar Suhardi Duka dikutip dari Kompas TV, Minggu (1/2/2026). Ucapan tersebut mencerminkan besarnya kehilangan yang dirasakan pemerintah dan masyarakat Sulbar atas kepergian wakil gubernurnya.
Masa Jabatan Belum Genap Satu Tahun
Kronologi meninggalnya Wagub Sulbar juga mencatat bahwa Salim S Mengga wafat saat masa jabatannya belum genap satu tahun. Ia resmi dilantik sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2025–2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada 20 Februari 2025.
Dalam Pilkada Sulbar 2024, Salim mendampingi Suhardi Duka sebagai calon wakil gubernur. Sejak dilantik, keduanya dikenal kompak mendorong sinergi lintas sektor dan mengedepankan musyawarah dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menuturkan bahwa dalam perjalanan kepemimpinannya, Salim S Mengga dikenal sebagai figur yang rendah hati dan tidak menonjolkan diri. Ia lebih memilih bekerja dengan keteladanan dan pendekatan persuasif. Sikap itulah yang membuat Salim dihormati oleh jajaran birokrasi dan dicintai masyarakat.
Rencana Pemakaman di TMP Kalibata
Setelah wafat di Makassar, jenazah Salim S Mengga direncanakan akan diterbangkan ke Jakarta. Ridwan menyampaikan bahwa jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah putri pertama almarhum di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Selanjutnya, almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Pemakaman di TMP Kalibata menjadi bentuk penghormatan negara atas jasa Salim S Mengga sebagai purnawirawan TNI berpangkat Mayjen.
Demikianlah kronologi meninggalnya Wagub Sulbar Salim S Mengga yang menandai berakhirnya perjalanan seorang pemimpin yang mendedikasikan hidupnya untuk pengabdian kepada negara dan daerah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat. (*)
Artikel Asli
